Politik Pemerintahan

Satpol PP Kabupaten Mojokerto Musnahkan 2.496 Botol Miras dan 6.545 Reklame

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto memusnahkan 2.496 botol minuman keras (miras) dan 6.545 reklame. Pemusnahan barang bukti dan barang temuan minuman beralkohol dan reklame ilegal tersebut disaksikan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Ribuan barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 2.496 botol miras tersebut, terdiri dari 752 botol yang berisi, 1.744 botol kosong, arak 25 botol serta banner, spanduk maupun umbul-umbul ilegal sebanyak 6.545. Barang bukti tersebut merupakan hasil penegakan perundang-undangan daerah hasil operasi tahun 2018.

Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono mengatakan, dalam upaya penegakan peraturan perundang-undangan daerah selama tahun 2018, dilaksanakan pula beberapa kegiatan. “Sepanjang 2018 kemarin kita juga melakukan penyuluhan, pengawasan dan pembinaan kepada para pelanggar peraturan daerah sebanyak 53 kegiatan,” ungkapnya.

Selanjutnya ada 40 kegiatan tindakan non yudistial, 64 kegiatan penertiban pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan kegiatan tindakan yustisial yaitu sidang triping di Pegadilan Negeri (PN) Mojokerto sebanyak 19 kasus. Setelah dimusnahkan, selanjutnya akan dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.

Sementara Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk untuk menertibkan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Dalam penegakan perundang-undangan seperti ini juga perlu adanya sinergitas dari semua pihak termasuk peran masyarakat untuk menghentikan peredaran miras maupun reklame illegal,” katanya.

Selain miras pabrikan, ada juga miras tradisional yang disita dari warung-warung. Menurutnya, pengaruh miras sangat membahayakan. Pemusnahan tersebut merupakan salah satu upaya preventif, Wakil Bupati menegaskan, peredaran miras illegal bukan hanya tugas pemerintah dan aparat saja, masyarakat harus punya komitmen yang sama.

“Mohon ada kerjasama dari semua pihak untuk menegakkan aturan. Selain Perda, undang-undang harus tegak dan diterapkan,” tegasnya.

Pemusnahan juga disaksikan jajaran Forkopimda diantaranya Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, asisten, kepala perangkat daerah serta tokoh agama dan masyarakat.[tin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar