Politik Pemerintahan

Sandiaga Uno Kagumi Kerapan Sapi Madura

Sumenep (beritajatim.com) – Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga S. Uno kembali menyapa para pendukungnya di Sumenep, Madura, pada Senin. Salah satunya bertemu para millenials Sumenep untuk ‘sharing’ tentang peluang usaha yang cocok.

“Untuk para generasi millenial di Sumenep, ada dua potensi utama yang bisa menjadi peluang usaha yang cocok, yakni pariwisata dan kuliner,” kata Sandi, Senin (21/01/2019).

Ia memaparkan, potensi pariwisata di Sumenep sangat luar biasa. Salah satunya budaya kerapan sapi. Budaya tersebut sangat khas dan hanya bisa ditemui di Madura.

“Belum lagi potensi pariwisata lainnya, seperti musik tradisional Sumenep yang unik dan berbeda dibanding daerah lain. Karena itu, mengembangkan pariwisata menjadi peluang usaha yang luar biasa bagi kaum millenial,” ujarnya.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 ini juga mengaku mengagumi batik Madura. Dengan corak khas yang meriah dan warna-warna ‘ngejreng’, cocok dan disukai generasi millenial seluruh Indonesia.

“Yang juga cukup berpeluang adalah ekonomi kreatif berbasis kuliner. Ini cocok untuk dikembangkan kaum millenial. Kuliner khas Sumenep beragam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ucapnya.

Ia menuturkan, generasi millenal bisa menyebarluarkan potensi-potensi yang dimiliki Sumenep melalui teknologi on line. Sesuai dengan era serba ‘gadget’, maka promosi potensi melalui internet nyaris menjadi sebuah kebutuhan.

“Kalau banyak keluhan sinyal internet jelek, maka kami, pasangan Prabowo – Sandi memastikan Madura akan ‘full program’ meningkatkan jaringan koneksi internet, sehingga sinyal bisa diterima dengan baik,” janjinya.

Kunjungan Sandiaga S. Uno ke Sumenep diawali dengam silaturahmi ke pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam, Karang Cempaka, Bluto, KH. Ramdlan Siraj. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam raja-raja Sumenep, Asta Tinggi.

Setelah itu, Sandiaga Uno melanjutkan dengan temu millenials Sumenep, kemudian sholat berjamaah di Masjid Jamik, dan mengakhiri kunjungannya dengan berdialog bersama petani garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar