Politik Pemerintahan

Sambut Putusan MK, Santri Jombang Doa Bersama

Jombang (beritajatim.com) – Ratusan santri pondok pesantren Al Aqobah, Kecamatan Diwek, Jombang, menggelar doa bersama untuk kedamaian bangsa. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut putusan sidang MK (Mahkamah Konstitusi) terkait sengketa Pilpres.

Doa bersama itu dipimpin oleh pengasuh pesantren Al Aqobah KH Junaidi Hidayat. Ratusan santri memenuhi aula setempat. Tak ketinggalan pula, para guru juga ikut hadir dalam forum tersebut. Sejurus kemudian pembacaan istighasah dimulai. Semua terlihat khusuk.

Para santri berharap apapun keputusan MK tidak berdampak negatif pada kerukunan bangsa. Bangsa Indonesia tetap satu dalam naungan NKRI. Begitu juga dengan para capres. Pihak yang menang tidak takabur, sedangkan yang kalah bisa legowo.

KH Junaidi Hidayat mengatakan, pihaknya sengaja menggelar doa bersama untuk menyambut putusan MK hari ini. Seluruh santri dan pengurus pesantren ikut hadir dalam acara itu. “Doa bersama ini untuk kedamaian bangsa. Jangan sampai terpecah karena Pilpres. Apapun keputusan MK mari kita terima,” ujar Junaidi.

Putusan sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) di MK dibacakan Kamis (27/6/2019). Sidang tersebut dilakukan setelah ada gugatan kubu calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang mempermasalahkan hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil Pemilu Presiden 2019.

KPU RI telah menetapkan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin menang atas Prabowo – Sandiaga pada Mei 2019. Menurut perhitungan resmi KPU, Jokowi unggul 55,5 persen suara, sedangkan Prabowo hanya mendapaktan angka 44,5 persen. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar