Politik Pemerintahan

Samakan Jokowi dengan KH Ahmad Dahlan, Ini Alasan Hanung

Surabaya (beritajatim.com) – Sutradara kenamaan Hanung Bramantyo yang juga Ketua Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menjadi bintang tamu acara yang dihadiri ribuan anak muda milenial di DBL Arena Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Acara yang diadakan Rumah Indonesia Berkemajuan (RIB) itu bertemakan ‘Kita Milenial, Kita Jokowi: Konsolidasi Kaum Muda Jawa Timur Bergerak Bersama Jokowi’.

“Saya hanya berharap dan mengajak kepada generasi milenial agar bijak menggunakan gadget. Kan ada google itu, kita kemudian bisa melihat track record masing-masing calon pemimpin. Kita mulai dari Pak Jokowi, apakah beliau terlibat peristiwa 1965, peristiwa 1974 Malari, peristiwa 1998 dan kejadian Tanjung Priok. Kita googling aja. Kemudian, kita googling juga calon pemimpin yang lain,” kata Hanung kepada wartawan.

Hanung juga berpesan kepada generasi milenial agar tidak termakan berita-berita hoaks dan fitnah yang bertebaran di sosial media. “Jangan hanya gunakan Instagram saja. Manfaatkan saluran sosial media yang lain seperti Google, Facebook, Twitter. Kalau tidak dimanfaatkan lainnya, malah merugi,” ujarnya.

Mengapa memilih Jokowi? “Buat saya yang orang lapangan, Pak Jokowi itu orangnya konkret. Saya itu orang yang selalu berhubungan dengan matahari. Orang lapangan itu tidak suka bahasa yang berbusa-busa, berteori dan berideologis, tapi konkret langsung. Musuh terbesar orang lapangan itu adalah waktu. Jadi, saya nggak suka bahasa yang njlimet, harus praktis dan kerja maksimal,” tegasnya.

Sang sutradara film ‘Sang Pencerah’ (KH Ahmad Dahlan) ini juga berasal dari keluarga Muhammadiyah.

“Saya hanya menggunakan kapasitas saya untuk mengajak kembali kawan-kawan kita Muhammadiyah untuk membuka kembali siapa sebenarnya Kiai Haji Ahmad Dahlan,” jelasnya.

“Kiai Haji Ahmad Dahlan itu adalah sosok ulama yang konkret, yang kemudian dia ketika melihat keadaan sekitarnya, sampai suraunya dirobohkan, dia konkret mendirikan sekolah. Kalau ada yang salah langsung dibetulkan, shaftnya mengarah salah, dibenarkan. Konsekuensinya, dia disebut kafir, difitnah dan dikucilkan. Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah contoh pemimpin konkret. Saya sebagai orang Muhammadiyah dalam memilih pemimpin, selalu melihat pendahulu-pendahulu saya. Buat saya pribadi, Jokowi adalah Kiai Haji Ahmad Dahlan masa kini,” pungkas Hanung yang mengakui kinerja Jokowi soal pembangunan infrastruktur tol. Sehingga, dirinya dari rumah di Yogyakarta menuju Jakarta tidak perlu naik pesawat, cukup naik mobil dan lebih murah. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar