Politik Pemerintahan

Saksi Hanura Tolak Tanda Tangan Rekap Pemilu di Jember

Jember (beritajatim.com) – Saksi Partai Hanura menolak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilu yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Aston, 28 April – 2 Mei 2019.

“Saya tidak tahu apa alasannya. Yang lebih tahu Hanura,” kata Ahmad Hanafi, komisioner KPU Jember.

Jumadi Made, saksi Partai Hanura, membenarkan jika pihaknya menolak menandatangani berita acara. Alasannya karena belum ada kejelasan mengenai status kesalahan surat suara calon legislator DPRD Jember di Daerah Pemilihan II yakni tercantumnya nama caleg yang sudah dicoret karena meninggal dunia.

Ariandri Shifa Laksono, calon legislator DPRD Jember nomor urut 5 di Daerah Pemilihan II, tidak tercantum dalam surat suara. Dalam surat suara justru tercantum nama Sugeng Hariyadi, calon legislator yang sudah meninggal dunia dan sudah diusulkan pergantiannya oleh DPC Hanura sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

Sebelumnya dalam rapat pleno, Jumadi meminta agar rekap Dapil II ditunda hingga ada keputusan resmi dari KPU RI atau KPU Jatim soal status surat suara. Ia memandang surat suara itu cacat hukum. “Pemilu di Dapil II cacat hukum. Kalau sudah cacar hukum, bagaimana dengan DPRD Jember-nya,” katanya.

Hanafi menolak mengomentari persoalan di Dapil II. “Kalau nantinya seperti apa kami tidak tahu. Saya kira lebih baik ditanyakan lembaga lain, contohnya Bawaslu. Proses kami tetap lakukan rekapitulasi. Kalau ada para pihak yang tidak puas dengan keputusan KPU masih bisa mengambil langkah sebagaimana yang sudah disediakan undang-undang,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar