Politik Pemerintahan

RUU Pondok Pesantren, Menteri Agama Rencana Masukkan Pasal Kesehatan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Jombang (beritajatim.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mempertimbangkan untuk memasukkan pasal kesehatan pada Rancangan Undang-undang (RUU) Pondok Pesantren. Menurut Menag, pesantren dapat berperan turut melakukan penguatan kesehatan komunitas. Setidaknya ada dua momentum yang bisa digunakan komunitas pesantren untuk perbaikan pembangunan kesehatan.

“Pertama, bergulirnya RUU Pesantren. Mumpung belum diundangkan, pasal-pasal tentang kesehatan boleh diusulkan,” kata Menag, seperti dilansir laman resmi Kemenag RI.

Lebih lanjut, Menag mendukung keterlibatan pesantren dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam upaya promotif dan preventif. Menurutnya, pesantren merupakan suatu komunitas yang sangat besar, sehingga memiliki potensi yang besar pula dalam upaya memberi sumbangsih dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan bidang kesehatan.

Momentum kedua yang dimiliki pesantren sebagai pemilik posisi strategis dalam melakukan perbaikan kesehatan, yaitu akan dimulainya penerapan UU Jaminan Produk Halal pada tahun ini.

“Produksi dan konsumsi barang halalan thayibah, bukan sekedar jadi tren di luar, tapi harus jadi perhatian serius kalangan pesantren,” harap Menag.

Menag menegaskan, keterlibatan pesantren untuk melakukan perbaikan dalam pembangunan kesehatan ini bukanlah hal yang mustahil. “Apakah pemikiran ini mustahil dijalankan? Saya tegaskan, tidak!” tegas Menag.

Untuk mewujudkan hal itu, menurut Menag, membutuhkan komitmen dan program yang baik dari kalangan pesantren. Menag yakin, dengan niat baik dan program yang serius, pesantren dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk umat yang bugar badannya dan waras pikirannya sehingga bisa beragama secara sehat.

Terakhir, ia berharap agar pesantren jangan lagi menyajikan ironi. Ironi yang menag maksudkan ia sebutkan dengan contoh kalimat “annadhaafatu minal iman” yang tertulis besar di tembok pesantren, tetapi sampah nampak di sekitarnya.

“Marilah kita memulai dari hal yang sepertinya remeh temeh tapi kasat mata,” pesan Menag. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar