Politik Pemerintahan

Terkait Persiapan Realisasi Subway

Rute Angkutan Kota Surabaya Diusulkan Berubah

Surabaya (beritajatim.com) – DPC Organda Surabaya mengusulkan adanya perubahan rute (Re-Routing) jalur angkutan kota. Perubahan rute tersebut melebur angkot Lyn menjadi satu trayek. Itu dikatakan Ketua DPC Organda Surabaya, Sonhaji.

Ia menerangkan, angkot tersebut nantinya akan menjadi angkutan penyangga. “Jadi semua satu trayek. Untuk melayani penumpang dari kampung ke kampung menuju feeder angkutan di tengah kota,” kata Sonhaji, Minggu (25/8).

Menurut Sonhaji usulan ini menjadi solusi awal dalam persiapan realisasi moda transportasi bawah tanah (subway). “Angkutan penyangga ini nantinya akan menuju feeder secara gratis. Kan bisa dibiayai dari APBD Pemkot,” terang dia.

Anggaran tersebut, kata Sonhaji bisa diturunkan ke Koperasi atau badan hukum berbentuk PT. Sehingga, masyarakat tidak perlu bayar lebih.

Menurut pria kelahiran Sampang, Madura ini perubahan rute tidak merugikan banyak pihak. Selain bisa menekan jumlah kemacetan di Surabaya, masyarakat juga bisa menggunakan angkutan yang dibiayai oleh pemerintah.

Disisi lain, keberadaan angkutan penyangga ini juga mengurangi angka pengangguran. Khususnya bagi supir angkot.”Karena nanti Supir akan dibayar UMR. Jadi tidak perlu repot mencari penumpang,” kata Sonhaji.

Nantinya, kata Sonhaji keberadaan angkutan penyangga ini bisa mendukung langkah Pemkot dalam realisasi Subway.

Terpisah, usulan tersebut sejalan dengan ide Wakil Walikota Surabaya, Wishnu Sakti Buana tentang penyediaan feeder untuk Subway.

Dikatakan, WS (Sapaan Wishnu Sakti, Red) usulan tersebut akan didiskusikan dengan para pakar dan akademisi transportasi.”Pekan ini saya akan sowan untuk mendiskusikan usulan tersebut,” ungkap dia. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar