Politik Pemerintahan

Risma Jadi Elite PDIP, BDH Terlempar, Peta Pilwali di Surabaya Bisa Berubah

Tri Rismaharini

Surabaya (beritajatim.com) – Masuknya nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masuk ke jajaran 27 pengurus DPP PDIP periode 2019-2024 disebut bisa merubah peta politik Pilwali Surabaya 2020 kelak. Pendapat ini diungkapkan oleh Direktur Surabaya Survey Center, Mochtar W. Oetomo.

“Masuknya Risma ke kepungurusan dan terlemparnya Bambang DH (BDH) ini sepertinya juga memberi sinyalamen bahwa faksi Risma di Surabaya telah memenangkan persaingan dengan faksi BDH,” ujar Mochtar, Sabtu (10/8/2019).

“Sedikit banyak, langsung tidak langsung, tentu ini juga akan berpengaruh pada dinamika politik PDIP Surabaya ke depan. Terutama terkait dengan Pilkada Serentak 2020 wabil khusus pilwali surabaya 2020,” tambahnya.

Bagi Mochtar, kondisi saat ini dapat dilihat jika kandidat yang dekat dan didukung oleh Risma menjadi memiliki kesempatan lebih terbuka. “Mereka lebih mungkin untuk mendapatkan restu dari Ketum PDIP Megawati dibanding kandidat dari faksi BDH,” bebernya.

“Tapi tentu saja, kemudian dinamikanya tidak menjadi sesederhana dan segambalang itu. Karena bagaimanapun masih ada faksi Whisnu yang menurut saya tidak akan menyerah begitu saja dan tetap memiliki peluang strategik. Bagaimanapun dinamika politik akan selalu penuh dengan kemungkinan hingga detik akhir,” tambah Mochtar.

Sebagai informasi, di kepengurusan DPP PDIP 2019-2024, Tri Rismaharini mendapatkan posisi sebagai Ketua Bidang Kebudayaan. Capaian Risma ini sesungguhnya tidaklah mengherankan. Wali Kota Surabaya dua periode itu sering disebut sebagai kader PDIP terbaik saat ini. Ia juga santer diinfokan dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar