Politik Pemerintahan

Ridwan Hisyam Doakan Indonesia Jadi Negara Kuat di Usia Satu Abad

Malang (beritajatim.com) – Jelang Pemilihan Umum 2019, Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Golkar Ridwan Hisyam mengajak masyarakat mendoakan agar Indonesia menjadi negara kuat pada 1 abad setelah kemerdekaan atau pada tahun 2045.

Shalawat dan doa bersama digelar bersama Majelis Sholawat Darul Musthofa pimpinan K.H. Romo Ahmad Soeroso Bin Sodri. Ridwan Hisjam juga didampingi sosok yang ia anggap sebagai guru, yakni Akbar Tanjung.

“Alhamdulillah guru politik saya Akbar Tanjung bisa hadir di acara shalawat dan doa bersama malam hari ini. Saya mengharapkan Darul Musthofa bersama masyarakat bershalawat dan mendoakan agar di tahun 2045 di usia 100 tahun Indonesia menjadi negara terkuat di dunia,” kata Ridwan Hisjam.

Ridwan menuturkan, sebaiknya masyarakat pada 17 April 2019 mendatang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak politiknya. Ia mengajak masyarakat tak golput, karena kontestasi politik harus berjalan dengan gembira dan partisipatif.

“Pada tanggal 17 April 2019 waktunya masyarakat memberikan suaranya. Jika kita berhasil pada 17 Aril mendatang dimana Pileg dan Pilpres bersamaan, maka Indonesia menjadi negara demokrasi pertama yang mampu melaksanakan Pilpres dan Pileg secara bersamaan,” papar Ridwan.

Sementara itu, Akbar Tanjung mengatakan sebagai warga negara yang baik seharusnya masyarakat ikut serta dalam pesta demokrasi. Menurutnya, datang ke TPS dengan memberikan hak suara merupakan bagian dari cinta tanah air.

“Kita sebagai warga negara yang baik sebaiknya memberikan hak suara sebagai bentuk kecintaan kita kepada negara. Karena cinta kepada negara sebagian dari iman,” tutur Akbar Tanjung.

Selain itu, Akbar Tanjung mengingatkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara telah final. Perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia bisa disatukan dengan Pancasila. Oleh sebab itu, sebagai penjaga persatuan dan kesatuan Pancasila tak bisa dirubah maupun diganti.

“Sebagai bangsa Indonesia yang beraneka ragam harus kita syukuri telah sepakat bahwa dasar negara kita adalah Pancasila. Kita sepakat melindungi persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan isi Pancasila,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar