Politik Pemerintahan

Rekam e-KTP, Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto menyisir Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), difabel, lansia dan sakit permanen. Tercatat ada 24 orang yang dilakukan rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Petugas menyisir mulai dari kelurahan, rumah sakit dan rumah-rumah yang tercatat dalam daftar petugas tersebut. Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari tampak memantau langsung proses perekaman e-KTP di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Salah satu lansia, Santoso (66) mengatakan, ia memiliki KTP namun masih belum e-KTP. Selain itu, alamatnya saat itu masih ikut Kecamatan Magersari karena saat ini Kelurahan Meri ikut Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Petugas datang ke rumah tapi karena saya kontrol ke RS jadi mereka kesini, sebetulnya anak saya sudah mengurus. Sudah ke kelurahan dan kecamatan tapi memang belum ke Dispendukcapil. Saya punya KTP tapi belum e-KTP karena memang belum rekam,” ungkapnya, Senin (15/4/2019).

Masih kata Santoso, sat itu perekaman e-KTP yang dilakukan kolektif di tingkat kecamatan tak bisa diikuti karena ia sedang sakit. Menurutnya ia belum mendapatkan formulir C6 atau undangan pemilih untuk mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Mungkin karena saya belum punya e-KTP. Mudah-mudahan setelah ini bisa ikut coblos karena ingin ikut mencoblos sebagai warga negara. Sehingga saya berharap e-KTP cepat jadi, petugas tadi pesan bisa diambil dan diwakilkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan, Dispendukcapil Kota Mojokerto, Hasta Priyangga mengatakan, jumlah penduduk Kota Mojokerto sebanyak 138.232 jiwa dengan jumlah wajib rekam e-KTP sebanyak 100.468 jiwa. “Yang sudah rekam 99.798 jiwa atau sebanyak 99,31 persen,” jelasnya.

Masih kata Kabid Pelayanan, masih ada 690 jiwa yang belum melakukan rekam e-KTP. Sebanyak 690 jiwa tersebut merupakan wajib e-KTP pemula yakni mereka yang baru menginjak 17 tahun. Sementara yang jemput bola ada sebanyak 24 jiwa. “Jemput bola dari data kami sebanyak 24 jiwa terdiri ODGJ, lansia, difabel dan sakit permanen,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar