Politik Pemerintahan

Refleksi 5 Tahun Penutupan, Ini Langkah Cak Har untuk Eks Lokalisasi Dolly

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surabaya, Hariyanto (Cak Har) yang bakal maju Pilwali Surabaya 2020 siap mendampingi masyarakat di wilayah eks Lokalisasi Dolly untuk dijadikan pilot project ‘Kampung Sadar Hukum’.

“Selain itu, juga mendampingi pengurusan badan hukum usaha-usaha perekonomian di kawasan eks Dolly dan sekitarnya. Jika perlu, juga pengurusan paten dan hak kekayaan intelektual yang lahir di kawasan ini,” kata Cak Har kepada wartawan usai Dialog Rakyat ‘5 Tahun Sudah Penutupan Dolly dan Jarak’ di Balai RW XI Kelurahan Putat Jaya Surabaya, Senin (30/12/2019).

Menurut Cak Har, pasca 5 tahun penutupan Dolly, untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan perekonomian kerakyatan di kawasan ini harus dimulai dari pembentukan kesadaran hukum.

“Adanya pergantian dari kehidupan serba nyaman dan mudah cari uang saat masa kejayaan Dolly, kemudian saat Dolly tutup, masyarakat merasakan sulitnya cari uang dan beratnya memulai usaha UMKM atau usaha rintisan (start up). Menghadapi perubahan revolusioner seperti itu diperlukan semacam ‘Hijrah Ekonomi’ yang dilatari kesadaran hukum,” tegasnya.

Hijrah ekonomi yang dimaksud adalah keberanian untuk berubah dari perekonomian yang ilegal ke arah legal. Dulu, Dolly dikenal pusat bisnis prostitusi, terdapat human traficking, beredarnya narkoba dan miras serta bisnis ilegal yang melanggar hukum lainnya.

Kini, lanjut dia, pasca Dolly ditutup, masyarakat di wilayah itu dituntut untuk menggerakkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan ketentuan hukum. “Percaya dan yakinlah bahwa perekonomian kerakyatan yang sesuai dengan koridor hukum bisa lebih langgeng dan memberi ketentraman hati bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

“Pemberdayaan masyarakat dan perekonomian kerakyatan semacam UMKM terlebih yang sudah berbadan hukum, memudahkan untuk bekerjasama dengan perusahaan besar, ikut tender-tender pemerintah, hingga bisa ekspor-impor,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar