Politik Pemerintahan

Ratusan Pengasuh Pesantren Serukan Perdamaian Pasca Pilpres

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan pengasuh pesantren se-Indonesia dari Aceh hingga Papua menggelar pertemuan di Pesantren Assiddiqiyah Kedoya, Jakarta untuk menyerukan persatuan dan perdamaian pasca Pemilu 2019.

Dalam pertemuan ini, mereka juga bersepakat untuk tetap bersatu mengawal dan mendukung penuh siapapun presiden-wakil presiden yang nantinya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kemarin ada ratusan pengasuh pesantren se-Indonesia yang bertemu. Kami semua sepakat untuk menjaga NKRI dan menjaga kerukunan antarumat agar kembali bersatu pasca pilpres 2019,” kata Pengasuh Pesantren An Nur I, Bululawang-Malang, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) yang juga hadir dalam pertemuan itu.

Pertemuan sendiri digelar pada Kamis, 26 April 2019 kemarin di Pondok Pesantren Assiddiqiyah, Kedoya, Jakarta.

Menurut Gus Fahrur, ada beberapa keputusan dalam pertemuan itu di antaranya, para kiai ini berharap seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dengan segala hasutan yang bertujuan untuk memecah belah umat.

“Kami juga meminta kepada seluruh masyarakat agar mengakhiri perbedaan pandangan politik dan kembali bersatu untuk keutuhan bangsa,” kata Gus Fahrur.

Gus Fahrur yang juga ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) ini mengatakan hasil kesepakatan ini lantas dituangkan dalam sebuah ikrar yang lantas dibaca bersamaan dan dipimpin oleh KH Saiful Islam Al Payage, yang merupakan kiai asal Papua. Kiai Saiful Islam sendiri terlahir dari keluarga pendeta terkemuka di Papua bernama Simon Payage. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar