Politik Pemerintahan

Ratusan Pasien RSUD Ibnu Sina Gresik Terpaksa Golput

Gresik (beritajatim.com)- Ratusan pasien di RSUD Ibnu Sina Gresik terpaksa golput, atau tidak menggunakan hak pilihnya di pemilu serentak 17 April 2019.

Berdasarkan data di RSUD Ibnu Sina ada 154 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) di tempat tinggalnya masing-masing. Namun, saat ini mereka masih dalam perawatan. Jumlah tersebut rinciannya ruang bougenvile (ruang bersalin) 7 pasien. ruang cempaka (penyakit dalam) 21 pasien. Selanjutnya, ruang dahlia (bedah) 30 pasien, ruang edelweys (syaraf) 21 pasien, ruang flamboyan 12 pasien. Berikutnya, ruang geliconia (paru) 13 pasien, ruang gardenia (penyakit dalam) 23 pasien, ruang wijaya kusuma 23 pasien, dan ruang safron (VVIP) 4 pasien. 

Kasubag Umum RSUD Ibnu Sina Gresik, Achmad Rifai mengatakan, terkait dengan itu sebelumnya sudah melakukan pendataan dan sosialisasi ke KPU Gresik. Dari hasil komunikasi itu, KPU menyatakan tidak menyediakan TPS khusus di rumah sakit, atau bisa diserahkan ke TPS terdekat. Itupun kalau ada surat suaranya. 

“Pemilu sebelumnya ada TPS keliling. Tapi kali ini, tidak ada padahal kami sudah mendata jumlah pasien yang memiliki hak pilih,” katanya, Rabu (17/04/2019).

Tidak adanya TPS keliling lanjut Achmad Rifai, otomatis pasien yang terdata tidak bisa menggunakan hak pilih. Hal ini dikarenakan 154 pasien yang terdata masih dalam perawatan. 

“Untuk persoalan ini kami tidak ikut campur mengingat hal-hal teknis biar KPU Gresik yang menjawab karena ranah mereka,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Komisioner KPU Gresik Elvita Yuliaty mengatakan, yang dilayani adalah pasien yang membawa surat pindah dari tempat tinggalnya bisa menggunakan hak pilihnya memakai formulir A5. Itupun, juga terkait dengan ketersediaan surat suara yang aturannya ada di PKPU nomor 9 tahun 2019.

“Kalau terdaftar di A5 tidak kehilangan hak pilihnya,” ungkapnya.

Masih menurut Elvita, mengenai tidak adanya TPS keliling. Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di sekitar rumah sakit bisa melayani, atau bergeser jika TPS-nya tidak ramai. Sehingga, bisa melayani pasien yang menggunakan hak pilihnya. 

“Itu semua tergantung surat suara. Sebab, ada indikasi surat suara di TPS yang berdekatan RSUD Ibnu Sina tidak cukup mengingat jumlah pasien disana terlalu banyak. Kondisi berbeda dengan di RS Petrokimia Gresik, dan RS Semen Gresik bisa dilayani,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar