Politik Pemerintahan

Gelar Pahlawan Bagi Roehana Koeddoes

PWI Pamekasan Nilai Jurnalis Ikut Serta Perjuangkan Kemerdekaan

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz menilai penyematan status pahlawan bagi sosok Roehana Koeddoes menjadi salah satu bentuk pengukuhan jika profesi jurnalis juga ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Gelar pahlawan bagi Roehana Koeddoes yang notabene sebagai seorang jurnalis, menandakan penguatan peran dan identitas kepada publik bahwa jurnalis memiliki peran dalam membangun dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz, Selasa (12/11/2019).

Menang selama ini, peran jurnalis kurang tampak. Sekalipun pada hakikatnya jurnalis juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Gelar pahlawan yang diberikan kepada Jurnalis Roehana Koeddoes pada Hari Pahlawan kali ini, menjadi bentuk peneguhan bahwa kelompok profesi kita juga ikut andil memperjuangkan kemerdekaan,” ungkapnya.

Profil singkat Roehana Koeddoes.

Tidak hanya itu, penganugerahan tersebut juga menandakan perjuangan membebaskan bangsa tidak hanya didominasi kaum laki-laki, tetapi juga perempuan. Salah satunya sosok Roehana Koeddoes yang juga tercatat sebagai salah satu perempuan yang mendapat titel sebagai Pahlawan Nasional.

“Semangat kepahlawanan dalam mengisi kemerdekaan bangsa harus selalu digencarkan melalui profesi para jurnalis. Salah satunya melalui upaya memupuk persatuan dan kesatuan bangsa melalui tulisan ‘pena’ masing-masing media dimana kita bertugas,” sambung alumnus Magister UNAIR Surabaya.

Dari itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat khususnya para insan pers, agar terus meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas profesi sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan. Khususnya kode etik jurnalistik yang menjadi pegangan wajib para insan pers.

Bersamaan dengan momentum Hari Pahlawan Nasional 2019, Presiden RI Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional sebagai tanda jasa dan kehormatan bagi enam tokoh berbeda. Selain Roehana Koeddoes, juga terdapat lima nama lainnya.

Kelima nama tersebut masing-masing Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, KH Masjkur, Prof Dr M Sardjoto, serta Dr (HC) Mr Aleksander Andries Maramis. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar