Politik Pemerintahan

Putri Gus Dur: Sing Kono Ngajak Gelut Wae, Ora Popo, Diajak Ngguyu Wae

Surabaya (beritajatim.com) – Tausiyah Kebangsaan dari Hj Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat sambutan luar biasa dari ratusan kiai kampung.

Mereka hadir dalam Deklarasi Dukungan Forum Kiai Kampung Jatim untuk Pasangan Calon Nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (7/4/2019).

“Saya senang sekali kiai kampung deklarasi untuk 01. Ini sesuai dengan nama keluarga saya, Wahid itu nomor satu. Kiai Ma’ruf pancen bolone dewe, nek nggak dibelo terus pripun. Marwah poro kiai poro bu nyai harus kita jaga, harus menang. Hanya di 01 yang ada ulama. Kalau di sana itu ubaru,” kata Yenni Wahid yang seakan menyindir pernyataan ‘Ubaru’ dari Sandiaga Uno.

Yenny berpesan kepada seluruh kiai kampung di Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya agar bergerakuntuk menegakkan marwah ulama.

“Bergeraklah tegakkan marwah kita semua, bukan hanya marwah Kiai Ma’ruf Amin. Bagaimana dengan Pak Joko Widodo? Beliau adalah cerminan dari rakyat kecil, dia asalnya dari rakyat, bukan penggede. Kalau anak tukang kayu bisa jadi presiden, anak tukang bakso yo iso, anak tukang ojek yo iso, anak kiai kampung opo maneh,” tuturnya.

Dengan sistem demokrasi di Indonesia saat inilah, lanjut dia, semua lapisan masyarakat mendapat kesempatan yang sama untuk mengabdi di negeri ini.

“Beliau Pak Jokowi berusaha menghadirkan keadilan sosial. Ini persis seperti yang dihadirkan Gus Dur dulu. Gus Dur menghadirkan hak-hak dasar warga negara, apapun etnisnya apapun agamanya itu diperjuangkan oleh Gus Dur. Gus Dur memperjuangkan basic rights (hak-hak dasar). Kenaikan gaji PNS sampai 200 persen era Gus Dur. Kalau Pak Jokowi menghadirkan basic needs atau kebutuhan mendasar, yakni rakyat bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang memadai. Tidak ada lagi ‘Sadikin’ (sakit sedikit miskin). Kesehatan bukan hanya milik orang kaya saja, semua sama, negara harus hadir untuk semua,” paparnya.

Banyak kabar hoaks yang menyerang 01 terkait BPJS akan bangkrut. “Yang benar BPJS tidak ditalangi dana haji dan BPJS tidak bangkrut. Saat debat, TNI kita dibilang lemah, itu tidak benar, TNI kita itu super kuat, nomor satu di negara Asean dan kekuatannya mengalahkan negara Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand dan lainnya. Kene wes kuat kok, lapo tuku alat akeh-akeh. Singapura negoro cilik, Indonesia negoro gede. Kekuatan militer Singapura nomor 59 dunia, Indonesia nomor 15 di dunia. Jangan remehkan negara kita sendiri,” tukasnya.

“Bukan cuma beli alat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI maupun Polri. Buat apa alat tempur banyak, kalau kesejahteraan kurang,” imbuhnya.

Yenny juga mengajak kiai kampung untuk menjadi pasukan penjaga TPS. “Kita bangun suasana kebersamaan dan kebahagiaan. Rasa ketakutan hanya bisa dilawan kebahagiaan. Di sana membangun rasa takut dan ancaman, di sini kita menebar kebahagiaan dan senyuman. Sing kono pengen ngejak gelut wae, ora popo, diajak ngguyu wae. Saya ingin menutup dengan pantun ‘Isuk-isuk sarapan sukun, wetenge wareg atinipun senang. Kalau kiai kampung sudah turun, Insya Allah pasangan 01 pasti akan menang,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar