Politik Pemerintahan

Pusat Ekonomi Baru Setingkat Icon Amerika Segera Lahir di Barat Sungai Brantas Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur akan membangun pusat perekonomian baru di wilayah barat Sungai Brantas. Pusat ekonomi masyarakat tersebut berbentuk sebuah bangunan sekelas icon Negara Adidaya Amerika.

Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri, Ir. H. Sutrisno, MM mengatakan, bangunan pusat perekonomian baru di bagian barat Sungai Brantas tersebut akan direalisasikan, pada 2019 ini. Tujuannya untuk mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

Ibu Bupati ndue ide bangunan dipadakne dampake karo Monumen SLG. Bangunan nang kulon kali. (baca : Bupati Kediri memiliki ide untuk mendirikan sebuah bangunan dengan dampak sama seperti Monumen SLG. Bangunan ada di barat Sungai Brantas). Insya Allah, tahun ini bisa selesai,” kata Ir. H. Sutrisno, MM dalam sambutannya diacara sholat malam di SDN Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Bangunan pusat ekonomi baru tersebut, diproyeksi mampu mendatangkan masyarakat banyak dari luar Kediri. Seperti halnya, icon Monumen SLG Kediri yang mirip dengan Arc de Triomphe Pare.

Iso nekakne wong akeh. Duite diblanjakne nang kene. Bangunan sederhana, tetapi meh podo karo bangunan nang Amerika. (baca : bangunan pusat ekonomi baru tersebut bisa mendatangkan orang banyak. Uangnya dibelanjakan disini. Bangunan yang sederhana, tetapi hampir sama dengan bangunan setingkat Amerika),” imbuh suami Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno ini.

Sutrisno sengaja tidak ingin membuka informasi secara blak-blakan tentang bangunan pusat ekonomi baru tersebut. Pihaknya khawatir apabila bangunan belum selesai didirikan, tetapi terlebih dahulu menuai hujatan. Seperti saat awal pembangunan Monumen SLG.

Lek engko tak critakne, mesti dilok-lokne. Podo karo SLG. Akhire SLG dibangunan, akhire bangunan kedua Gunung Kelud digawe dalan. Kelud dadi rame. Pengen munggah nang kelud akhire numpak Jeep, ojek, muncul warung-warung, wisatawane iso mangan. Iku sarono SLG, sarono Kelud. Akhirnya dadi bangunan restoran sak pirang-pirang (baca : kalau nanti saya ceritakan, pasti akan diolok-olok. Sama seperti saat pembangunan SLG. Akhirnya SLG dibangun, akhirnya bangunan kedua, Gunung Kelud dibuatkan akses jalan. Kelud menjadi ramai. Ingin naik ke puncak Gunung Kelud, naik jeep, naik ojek, muncul warung-warung, wisataran bisa ramai. Semuanya karena SLG, karena Kelud. Berdiri bangunan restoran yang banyak),” terusnya.

Gagasan pusat ekonomi baru di wilayah barat Sungai Brantas tersebut, kata Sutrisno memiliki tujuan sama seperti saat membangun Monumen SLG. Monumen prestisius tersebut kini menjadi idola para wisatawan dari berbagai daerah. Bersamaan dengan itu, perekonomian masyarakat di sekitar SLG bisa tumbuh dengan pesat.

Sutrisno menyebut, kawasan ekonomi baru tersebut diperkirakan berada di sekitaran wilayah Kecamatan Semen. Daerah tersebut berada diperbatasan antara Kabupaten Kediri dengan Kota Kediri, disisi sebelah barat, tepatnya di Kecamatan Mojoroto.

Apabila, proyek Bandara Kediri dapat berdiri di seputaran Kecamatan Tarokan, Grogol dan Banyakan serta exit tol hadir, maka pusat ekonomi baru di barat Sungai Brantas tersebut bisa menjadi satu kesatuan penyokong lahirnya sebuah kota baru di Kediri. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar