Politik Pemerintahan

Punya 150 Ribu Dukungan KTP? Silahkan Ikut Pilbup Malang

Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, Rabu (24/7/2019) sore.

Malang (beritajatim.com) – Kabupaten Malang akan memilih Bupati dan Wakil Bupati pada 23 September 2020 mendatang. Sejumlah tahapan mulai dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Meski, KPU pusat sejauh ini masih belum mensahkan Peraturan KPU terbaru yang mengatur Jadwal Pilkada 2020 karena masih diuji publik di Komisi II DPR RI.

Hanya saja, draf dalam Peraturan KPU nantinya, tidak akan berbeda jauh dengan sebelum-sebelumnya. “Ada tahapanya mulai September 2019, dua tahapan itu yakni secara global dan persiapan. Ketika draf sudah jadi perundangan, biasanya gak jauh beda,” terang Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, Rabu (24/7/2019) sore.

Anis membeberkan, tahapan awal yakni persiapan dimulai pada 30 September 2019 dengan agenda perencanaan program dan anggaran untuk Pilbup Malang. Termasuk penandatanganan hibah (NPHD) dijadwalkan KPU paling akhir tanggal 1 Oktober 2019. “Sebelum 1 Oktober 2019 penandatangan itu sudah selesai. Kalau untuk waktu pemilihan atau pencoblosan Pilbup Malang pada tanggal 23 September 2020,” ungkap Anis.

Untuk pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, lanjut Anis, yakni ada dua kategori. Yakni calon yang diusung partai politik pemilik suara di DPRD Kabupaten Malang. Serta calon perseorangan atau calon independen.

“Syarat bagi calon perseorangan kita mulai pada tanggal 1 Agustus 2019 mendatang. Silahkan menyetorkan syrat dukungan bagi calon perseorangan. Sementara untuk pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, baru kita lakukan Maret-April 2020 mendatang,” urai Anis.

Anis menambahkan, bagi calon perseorangan, syarat dukungan berupa KTP sebanyak 6,5 persen dari total jumlah daftar pemilih tetap (DPT). “Jumlah DPT di Kabupaten Malang pada Pemilu 2019 lalu sebanyak 1.996.857 jiwa. Kalau 6,5 persenya berarti 129.697. Atau sekitar 150 ribuan lah kalau ingin aman, itu untuk syarat dukungan bagi calon perseorangan,” pungkas Anis. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar