Politik Pemerintahan

Proyek Trotoar di Bojonegoro, Pohon Penghijauan Ditebang

Pohon tumbang di Jalan Gajah Mada Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan bahwa pembangunan trotoar sudah melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dengan pemotongan pohon.

“Insya Allah sudah (berkoordinasi dengan DLH terkait pemotongan pohon,red),” ujar Welly, Selasa (12/11/2019).

Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan bahwa sebelum adanya pembangunan trotoar tidak ada koordinasi bahwa harus ada pemotongan pohon.

“Tidak ada koordinasi pemotongan pohon dalam perencanaan (pembangunan trotoar),” ujarnya setelah Kepala DLH Bojonegoro saat ini, Hanafi mengelak untuk diwawancara soal perencanaan pembangunan trotoar dan menyarankan wawancara Nurul Azizah.

Sementara, Hanafi mengatakan pihaknya mendapat permintaan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk melakukan pemotongan sebanyak 340 pohon penghijauan. “Prioritas pemotongan pohon dilakukan hanya yang membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Setiap hari, lanjut Hanafi, DLH melakukan penebangan pohon sebanyak 10 sampai 15 pohon penghijauan di sepanjang proyek pembangunan trotoar. Mulai tiga hari yang lalu, jumlah pohon yang ditebang ditambah menjadi 20 sampai 25 pohon perhari. “Daerah yang paling berbahaya memang di kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Untung Suropati, karena pohon penghijauannya sudah besar-besar. Tapi yang potensi membahayakan sudah kita tandai,” jelasnya.

Selain itu, DLH mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk menentukan titik lokasi penanaman pohon pengganti. Pohon pengganti dipilih DLH jenis tanaman hias. Setiap satu pohon yang ditebang, DLH meminta tujuh pohon tanaman hias.

Di jalan yang kini dalam masa pembangunan trotoar sejak dua hari terakhir sudah ada 15 pohon penghijauan yang tumbang. Hari ini, dua pohon tumbang berada di Jalan Gajah Mada dan Jalan Untung Suropati.

Sementara diketahui, sesuai dengan data dari laman LPSE Kabupaten Bojonegoro, pengerjaan proyek trotoar di Jalan Gajah Mada alokasi anggarannya paling besar. Dengan nilai pagu dari APBD 2019 sebesar Rp 4,9 miliar. Pembayarannya dilakukan dengan cara gabungan lump sum dan harga satuan. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar