Politik Pemerintahan

Saksi Parpol Enggan Bubuhkan Tanda Tangan

Proses Rekapitulasi Pemilu di Pamekasan Ricuh

Pamekasan (beritajatim.com) – Proses rekapitulasi sekaligus penetapan hasil resmi Pemilu 2019 yang digelar KPU Pamekasan di Gedung PKP-RI, Sabtu (4/5/2019) malam. Diwarnai kericuhan.

Kericuhan tersebut melibatkan salah satu Komisioner KPU Pamekasan, dengan sejumlah saksi partai politik (parpol) karena mereka tidak terima dengan keputusan KPU yang dinilai sepihak.

“Sebenarnya tidak ada persoalan, hanya saja pihak KPU memutuskan sepihak seputar hasil rekapitulasi di kecamatan Larangan. Tadi malam sepakat di panding (tunda) dan dijadwalkan kembali digelar hari ini pukul 9:00 WIB,” kata salah satu saksi parpol, Badri.

Hanya saja pasca, proses rekapitulasi selama hari ini justru berbeda. Sebab pleno yang semestinya digelar pukul 9:00 WIB, justru molor hingga pukul 13:00 WIB. “Jadi hasil rekap yang di Larangan itu di panding bukan disetujui, dan ditunda sampai pukul 9:00 WIB hari ini,” ungkapnya.

“Bahkan dari tadi pagi tidak ada kabar seputar lanjutan rekap tunda, tiba-tiba kami diminta tanda tangan hasil rekapitulasi. Mereka (KPU) bilang sudah disahkan, padahal statusnya kan masih panding,” jelasnya.

Disinggung soal saksi parpol mana saja yang menolak terhadap keputusan KPU, ia menegaskan lima saksi parpol merasa keberatan dan menonlak membubuhkan tanda tangan. “Lima saksi parpol ini meliputi saksi dari Golkar, PBB, PDI Perjuangan, PKB dan PPP,” pungkasnya.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak KPU Pamekasan. Mereka masih berada di arena di tengah pengawalan dari jajaran personil TNI-Polri. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar