Politik Pemerintahan

Program PTSL 2019 di Bojonegoro Terealisasi 85 Ribu Bidang

Warga Jamberejo Kecamatan Kedungadem Peserta PTSL menerima sertifikat bidang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil 1 Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Bojonegoro, Sulistyaningsih mengatakan pada 2019 ada sebanyak 85 ribu bidang PTSL yang terealisasi. Sementara target di 2020 sebanyak 130 bidang.

“Program PTSL dilakukan sudah tiga tahun, yakni mulai 2017,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Kemarin, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro menyerahkan sebanyak 1.262 bidang PTSL kepada Warga Desa Jamberejo Kecamatan Kedungadem. Dari jumlah itu ada 48 bidang yang belum diserahkan kepada penerima karena masih ada kesalahan administrasi.

“Sudah jadi semua, tinggal 48 bidang yang belum bisa dibagikan karena masih ada kesalahan administrasi. Sebagian besar kesalahan letak gambar,” ujarnya.

Namun, lanjut Sulistyaningsih, BPN akan bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan sertifikat tersebut dalam waktu yang singkat. “Sebagian besar letak gambar tertukar, secepatnya akan kami selesaikan,” imbuhnya.

Biaya pengurusan yang dibebankan kepada peserta PTSL sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bojonegoro nomor 53 tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 150 ribu. Biaya tersebut digunakan untuk kegiatan penyiapan dokumen, kegiatan pengadaan patok dan materi, dan kegiatan operasional panitia.

Di Desa Jamberejo, peserta mengaku ditarik biaya antara Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu. Penetapan jumlah pembayaran itu, dinilai memberatkan bagi warga, apalagi sebelumnya tidak ada musyawarah terlebih dahulu dengan para peserta PTSL. Sejumlah peserta juga masih ada yang belum melunasi pembayaran karena belum memiliki biaya.

“Jumlah pembayarannya itu sudah ditetapkan oleh panitia, kami cuma mengikuti. Sebelumnya juga tidak ada pertemuan untuk menentukan pembayaran,” ujar Warga Dusun Sumbergirang Desa Jamberejo, Sujati (47).

Camat Kedungadem, Arwan mengatakan, meski masih ada peserta yang belum melunasi pembayaran PTSL namun sertifikat bidang sudah diserahkan. Dia berharap, pembayaran yang sudah ditentukan oleh panitia PTSL itu bisa dijalankan dan kekurangan yang belum terbayar bisa dilunasi.

“Jangan sampai program ini jadi masalah, termasuk melakukan pelunasan pembayaran,” ujarnya.

Setelah selesainya program PTSL di Desa Jamberejo sehingga di Kecamatan Kedungadem masih tersisa empat desa yang belum. Empat desa yang belum mendapat program PTSL itu yakni, Desa Kedungadem, Megale, Telogo Agung dan Desa Sidomulyo. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar