Politik Pemerintahan

Program Jokowi Dinilai Lebih Konkret dan Punya Prestasi

Surabaya (beritajatim.com) – Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Rian Ernest mengatakan bahwa Jokowi adalah seorang yang membangun karir dari bawah. Sedangkan, KH Ma’ruf Amin adalah kiai kampung. Mereka adalah dua individu yang menapak dari bawah.

“Sisi sebaliknya, Prabowo, dengan segala hormat adalah bagian dari darah biru politik, masuk militer dan menikah dengan tirani Orba. Sandi anak muda yang hebat dan sangat baik, lulusan Pangudi Luhur dan bisa kuliah di Amerika. Dari cerita mereka, kita bisa memiliki lensa siapa yang pro rakyat,” katanya melalui rilis kepada beritajatim.com.

Menurut dia, bukti Jokowi pro rakyat adalah angggaran untuk pembangunan SDM melonjak hingga Rp 75 triliun. “Pengangguran turun 0,37 persen, kemiskinan per Maret 2018 turun jadi 9,82 persen, gini ratio 0,389 persen. Belum lagi ada program KIP, KIS dan Keluarga Harapan. Banyak sekali prestasi beliau di tengah hujan fitnah dan hoaks,” ujarnya.

Jokowi memiliki program sembako murah dan kartu pra kerja untuk mengatasi pengangguran serta membantu siswa SMK yang mencari kerja. “Jokowi lebih konkret dan nyambung dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Pengamat Politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno berpendapat terkait isu menarik soal Romahurmuziy ditangkap KPK. “Dari kasus ini, jelas menunjukkan hukum kita sudah semakin maju. Tidak ada lagi hukum yang tumpul ke atas. Jadi, sekarang siapa pun jangan pernah main-main dengan hukum,” tuturnya.

Soal debat cawapres nanti, pihaknya khawatir Sandiaga Uno hanya akan sami’na waato’na dengan Kiai Maruf. “Dalam berbagai kesempatan dia bilang begitu. Saya tidak tahu apakah ini strategi politik atau bukan. Tapi, dalam tradisi pesantren, sami’na waato’na itu artinya tidak ada bantahan. Kita ingin tanggal 17 nanti ada debat. Jangan sampai ada reuni ulama dan santri, jadi hal substansinya tidak ada. Apalagi Kiai Ma’ruf dan Sandi dianggap bisa meningkatkan electoral pasangan masing-masing,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar