Politik Pemerintahan

PPP Jember: Fokus Utama Selamatkan PPP, Bukan Pilpres

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember Madini Farouq menyatakan, ada perubahan prioritas langkah dan strategi politik dalam pemilu 2019. Perubahan ini diambil setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Saat ini kami berfokus pada penyelamatan partai. Tapi kami juga tetap melanjutkan komitmen untuk mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Tapi di antara teman-teman PPP punya pikiran seperti ini: kalau Jokowi jadi presiden lagi, mungkin masih bisa membantu untuk menyelamatkan PPP,” kata Madini.

Madini membandingkan harapan terhadap Jokowi tersebut sama dengan janji Prabowo Subianto terhadap Habib Riziq Shihab. “Sama dengan bagaimana Pak Prabowo menjanjikan: kalau hari ini saya jadi presiden, hari ini saya jemput Habib Riziq dari Mekah. Ini membuat semangat teman-teman FPI memenangkan Prabowo, karena janjinya mau membawa pulang Habib Riziq,” katanya.

Madini cukup percaya diri, PPP akan melewati masa krisis ini. “PPP ini partai lama. Berdiri sejak 1973. Sudah melewati masa-masa sulit. waktu itu ditekan rezim Orde Baru untuk mengganti lambang kabah dengan lambang bintang. Itu sudah dilalui. Kemudian ditekan dengan intimidasi pada zaman Orde Baru. Waktu itu bagaimana kiai-kiai dan tokoh PPP diintimidasi sampai dipenjara tanpa pengadilan yang jelas. Termasuk penggembosan: waktu zaman NU kembali ke khittah, ada penggembosan yang dilakukan tokoh-tokoh NU ketika itu terhadap PPP. Alhamdulillah PPP sampai saat ini bertahan. Termasuk ketika ketua umum kami yang dulu, Suryadharma Ali, harus ditahan sehingga terjadi pergantian, alhamdulillah kami masih tetap bertahan,” katanya.

Bagaimana menghadapi kekecewaan kiai dan tokoh-tokoh ulama seperti KH Maimun Zubair atas penangkapan Romahurmuziy? “Bukan hanya Mbah Maimun yang kecewa. Kita semua kecewa dan kaget dengan situasi ini. Tapi seperti yang disampaikan bahwa ini takdir Allah, dan kita ber-PPP bukan karena seseorang. Kita ber-PPP karena cocok dengan komitmen perjuangan. Oleh karena itu tak akan mempengaruhi dukungan kami terhadap PPP,” kata Madini. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar