Politik Pemerintahan

Pos Pamekasan Tarik 488 Eksamplar Tabloid Indonesia Barokah

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 488 eksamplar tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang sudah terkirim ke sejumlah pos di tingkat kecamatan, kembali ditarik oleh PT Pos Indonesia Kabupaten Pamekasan.

Penarikan tersebut dilakukan karena tabloid diduga bermasalah dan baru diketahui pasca didistribusikan. “Setelah tahu ada masalah, kami tarik semua tabloid ke kantor kita,” kata Kepala Kantor Pos Pamekasan, Wawan Sulistiya, Sabtu (26/1/2019).

“Sebagian sudah ada yang tersebar dan ada yang sampai ke masyarakat. Karena datangnya (tabloid) hari Senin dan Selasa kemarin. Sehingga sebagian yang belum terantar kami kabari untuk ditarik,” imbuhnya.

Hanya saja pihaknya tidak bisa memastikan jumlah tabloid yang sudah tersebar ke masyarakat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. “Rata-rata setiap bendel kiriman berisi antara 33 hingga 37 eksamplar. Sementara yang berhasil ditarik ke Kantor Cabang sebanyak 488 eksamplar,” ungkapnya.

“Tetapi yang pasti lebih banyak yang ditarik daripada yang sudah tersebar, kalau sudah tersebar ke masyarakat kami tidak bisa mendeteksi. Kita tarik ini dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan,” jelasnya.

Tujuan pengiriman tabloid tersebut masjid dan pondok pesantren, namun nama pengirimnya Pondok Melati dengan alamat Bekasi. “Sementara untuk jenis pengiriman porto dibayar bukan resi, artinya pengirim tidak membutuhkan pertanggung jawaban atas pengiriman. Terpenting barang kiriman terkirim dan tersebar,” sambung Wawan.

“Dari 13 kecamatan paling banyak dari Pantura, kami dengar dari teman-teman di Jawa Timur, kiriman itu bermasalah setelah didatangi Bawaslu dan Polisi. Jadi kami lakukan preventif untuk tidak disebar dulu, selanjutnya kita tunggu petunjuk terutama dari Bawaslu,” pungkasnya.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bawaslu Pamekasan, seputar konten tabloid tersebut. Informasi yang dihimpun beritajatim.com, tabloid tersebut sama hanya dengan tabloid ‘Obor Rakyat’ yang juga tersebar pada Pilpres lalu. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar