Politik Pemerintahan

Polisi Waspadai Kerawanan 12 TPS di Jember

Jember (beritajatim.com) – Ada 12 tempat pemungutan suara yang rawan dan menjadi prioritas pengamanan polisi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal ini dikemukan Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan, saat berkunjung ke Markas Kepolisian Resor Jember, Minggu (14/4/2019). “Melihat pengalaman masa lalu dalam pilkades, pilkada, pilgub juga ada kerawanan dalam proses pencoblosan,” katanya.

TPS yang jauh dari pemukiman mendapat perhatian. Polisi menempatkan personel lebih banyak. Sebanyak 100 orang personel Brigade Mobil juga digeser ke Jember untuk membantu pengamanan. “Saya berharap di wilayah Jember suasana pada 17 April kondusif,” kata Luki.

Kerawanan yang diwaspadai bukan hanya pada aspek keamanan, tapi juga kebencanaan. “Untuk antisipasi bencana alam semua peralatan sudah disiapkan. Pak Kapolres juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Karena cuaca juga masih tak bisa diprediksi, kerawanan banjir, longsor diantisipasi,” kata Luki.

Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya menempatkan 17 ribu personel yang terdiri atas 1.041 polisi, 370 anggota TNI, dan 15 ribu personel perlindungan masyarakat di 7.670 TPS. “Ada 12 TPS rawan, namun bukan rawan konflik sosial melainkan rawan dari segi geografis. Ini karena jaraknya dari pemukiman penduduk cukup jauh, bisa memakan waktu satu jam perjalanan karena tidak bisa diakses kendaraan roda dua dan empat, sehingga harus jalan kaki. Kami menyiapkan akses jalan yang bisa dilalui termasuk alat transportasi kuda,” katanya. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar