Politik Pemerintahan

Kawal Logistik Pemilu

Polisi dan Babinsa di Malang Sebrangi Sungai Berarus Deras 

Malang (beritajatim.com) – Perjuangan aparat kepolisian dari Polres Malang bersama Babinsa dan Petugas Linmas, patut diapresiasii. Untuk mengirimkan logistik pemilu seperti kotak dan surat suara ke desa terpencil di Kabupaten Malang, petugas sampai menyebrangi sungai berarus cukup deras.

Pengawalan ketat ini dilakukan petugas keamanan agar surat suara, tiba di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dusun Licin berada di tepi Samudera Indonesia. Dari pusat pemerintahan Kabupaten Malang, ditempuh 3 jam perjalanan darat.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan pada Pemilu 2019 ini, ada 15 TPS yang rawan geografis. Jumlah ini menurun dari Pilgub Jatim lalu, ada 20 TPS rawan geografis.
“Sebagai konsekuensinya, maka untuk pengamanannya harus lebih tebal. Misalnya, kalau TPS aman atau normal, satu personil polisi menjaga 10 – 15 TPS dengan dibantu dua anggota Linmas, maka untuk TPS rawan geografis, satu polisi menjaga 4 – 6 TPS,” tegas Ujung.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, memastikan pendistribusian logistik Pemilu ke PPS dan TPS tidak ada kendala. Termasuk pendistribusian logistik ke daerah terpencil yang sulit dijangkau.

“Kami sudah bekerjasama dan koordinasi dengan seluruh stakeholder di seluruh kecamatan. Sejauh ini, sama sekali tidak ada masalah dan kendala apapun,” jelas Santoko, Ketua KPU Kabupaten Malang, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, pendistribusian logistik ke PPS ataupun TPS sudah melalui mekanisme koordinasi. Baik dengan petugas PPK, Polsek, Koramil, pengawas TPS dan kecamatan ataupun dengan stakeholder.

Dari 8409 TPS di Kabupaten Malang, dikatakan Santoko, TPS di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, yang merupakan salah satu TPS sulit terjangkau. TPS ini merupakan rawan geografis, karena lokasinya yang sangat jauh.

“Pengiriman logistik ke TPS tersebut, harus menyeberangi sungai. Alhamdulillah, logistik kemarin (Senin, red) sudah terdistribusi dengan diangkut mobil dan pengawalan ketat petugas dari Polri ataupun TNI,” terangnya.

Lebih lanjut, mekanisme pendistribusian logistik ke PPS, seharusnya dilakukan H-1. Dan ke TPS menjelang pelaksanaan pemungutan suara. Namun, melihat kondisi geografis yang ada di Kabupaten Malang, tidak ada larangan pendistribusian dilakukan H-2 sebelum pencoblosan.
“Asalkan ada pengamanan maksimal dan koordinasi yang baik, tidak masalah ketika pendistribusian dilakukan sebelum H-1. Karena kami melihat dari tingkat kerawanan geografis,” ungkapnya.

Selain TPS di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, juga ada beberapa TPS yang sebenarnya sulit dijangkau. Terutama TPS di lokasi pinggiran dan perbatasan. Seperti di Kecamatan Ngantang, Pujon, Kasembon dan Singosari.

“Namun acuan kami adalah TPS di Dusun Licin. Ketika logistik sudah terdistribusi dengan lancar dan tidak ada kendala, pendistribusian ke TPS lainnya tidak ada masalah,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar