Politik Pemerintahan

Polemik Sumber Air Wedit, Plt Bupati Malang Ambil Jalan Tengah

Plt Bupati Malang, HM Sanusi menghimbau PDAM Kota Malang Tahu Diri Atas Polemik Pemanfaatan Sumber Air Bersih Wendit, Jumat (11/1/2019). Polemik Ini Berlanjut dan Berharap Segera Menemukan Titik Temu.

Malang (beritajatim.com) – Polemik pemanfaatan sumber air antara Pemkab Malang dan PDAM Kota Malang, terus memanas. Pasalnya warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melayangkan surat somasi ke PDAM Kota Malang.

Menanggapi hal ini, pelaksana tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi memberi respon terhadap polemik pemanfaatan sumber mata air Wendit ini. Sanusi pun ingin secepatnya jalan tengah permasalahan tersebut, bisa dicarikan solusi sebaik mungkin.

Pada awak media di Polres Malang usai mengikuti video conference pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemensos dan Polri tentang bantuan keamanan dan penegakan hukum, Jumat (11/1/2019), Sanusi mengintruksikan pada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk duduk bersama dengan berbagai pihak terkait.

“Dalam Polemik ini, kami akan duduk bersama untuk membahas permasalahan ini. Baik dari Pemkab, pihak Pemkot Malang, PDAM Kota Malang, dan PDAM Kabupaten Malang serta perwakilan warga Mangliawan Wendit,” ungkap Sanusi.

Dalam pertemuan itu, lanjut Sanusi, nantinya akan dicarikan solusi yang terbaik guna mengakhiri polemik pemanfaatan sumber air yang berkepanjangan ini.

“Nanti akan ada pertemuan untuk saling bekerja sama mencari solusi terbaik diantara dua belah pihak. Ini airnya di Kabupaten, ya Kota Malang juga harus tau dirilah. Untuk waktunya saya belum tahu, yang pasti dalam waktu dekat. Menunggu kelonggaran waktu masing-masing pihak,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangliawan, Rokimin mengatakan, dirinya menyayangkan dengan sikap dari PDAM Kota Malang. Namun, dengan adanya usulan dari plt Bupati Malang untuk duduk bersama, dirinya berharap, dengan duduk bersama bisa menyelesaikan polemik ini.

“Semoga ada titik temu kami berharap juga ada pembicaraan juga dengan pihak-pihak terkait. Dalam artian duduk bersama-sama cari solusi terbaik,” pungkas Rokimin. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar