Politik Pemerintahan

Polemik di PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buka Suara

Whisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya 2015-2020

Surabaya (beritajatim.com) – Whisnu Sakti Buana membantah dirinya dipecat oleh DPP PDIP sebagai Ketua DPC Kota Surabaya. Ia menegaskan saat ini hanya berstatus Ketua Demisioner karena forum Konfercab PDIP Surabaya masih deadlock.

“Saya bukan dipecat, forum Konfercab belum rampung dan masih deadlock. Karena pengurus PAC tidak sepakat dengan penunjukan pengurus baru,” kata Whisnu, Selasa (9/7/2019).

Wakil Wali Kota Surabaya ini lantas menjelaskan, Konfercab PDIP Surabaya melakukan evaluasi terhadap kinerja cabang. “Surabaya masuk kategori baik, tapi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara oleh DPP diganti. Dari situ banyak PAC memprotes keputusan DPP,” jelasnya.

Karena hal itu, akhirnya pimpinan sidang menskorsing Konfercab. “Jika keputusan DPP mengganti Ketua, Sekretaris dan Bendahara diterima forum maka akan jadi keputusan. Jika belum diterima maka masih akan dibahas di DPP,” ujarnya.

Seperti diberitakan, DPP PDIP dalam forum konfercab serentak di Surabaya kemarin mengganti Whisnu Sakti Buana sebagai ketua DPC. Ia digantikan Adi Sutarwijono yang sebelumnya menjabat wakil ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Keputusan DPP PDIP memilih Adi Sutarwiyono dibacakan Ketua DPP PDIP, Nusyirwan Sudjono dan Ribka Tjiptaning. Dalam surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristianto itu, Adi Sutarwiyono akan memimpin PDIP Kota Surabaya bersama Baktiono sebagai Sekretaris dan Taru Sasmita sebagai Bendahara. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar