Politik Pemerintahan

Plt Bupati Malang Mutasi Ratusan Pejabat, Ini Kata Pakar UB


Malang(beritajatim.com)
– Proses mutasi atas 248 aparatur sipil negara (ASN), pada 31 Mei lalu oleh Pelaksana Tugas Bupati Malang Sanusi, menuai kontroversi. Mutasi ini katanya melanggar aturan karena status Sanusi bukan bupati definitif.

Apalagi sebelumnya, telah beredar surat dari Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Jatim yang intinya tidak membolehkan Plt Bupati Malang Sanusi melantik pejabat sampai ia dilantik menjadi bupati oleh Kemendagri dan Gubernur Jatim.

“Kebijakan mutasi atau rotasi itu diambil atas dasar apa, itu perlu diperdalam,” kata Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang, Fadillah Putra, Jumat, (14/6/2019).

Fadillah mengatakan, apa yang dilakukan Sanusi diperbolehkan asal ada kepentingan yang mendesak. Menurutnya, seorang Plt Bupati diperbolehkan melakukan mutasi dan pelantikan pejabat asalkan demi kepentingan pelayanan publik.

“Sebenarnya sah-sah saja. Kalau pertimbangannya agar pelayanan publik tidak terganggu bisa seorang Plt melakukan mutasi dan mengeluarkan kebijakan,” papar Fadillah.

Adapun pejabat yang dilantik diantaranya, pimpinan tinggi pratama, administrator, serta pengawas. Dikatakan Fadillah, dalam konteks kepegawaian, pejabat yang sudah menempati jabatan selama 4 tahun di tempat yang sama, cenderung ada manipulasi.

“Untuk menghindarinya diperlukan penyegaran. Mutasi atau rotasi jabatan juga untuk menjamin peningkatan karier. Itu urgensinya,” tandasnya.

Kebijakan itu menjadi kontroversial lantaran Kemendagri belum memberikan izin pelantikan pejabat. Bahkan Pemerintah Provinsi Jatim melalui surat tertanggal 6 Mei 2019 menyatakan sesuai surat Mendagri belum menyetujui Plt Bupati Sanusi melantik pejabat baru.

Wakil Bupati Malang Sanusi ditunjuk sebagai pelaksana tugas bupati sejak Oktober 2018 karena Bupati Malang Rendra Kresna ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi. Kini kasus Rendra sudah inkrah. Akan tetapi Sanusi belum dilantik menjadi bupati. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar