Politik Pemerintahan

PKL Alun-alun Bojonegoro Menolak Direlokasi, Ini Alasannya

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di seputar Alun-alun. Namun para PKL menolak relokasi yang diberikan batas waktu hari ini, Rabu (8/1/2020).

Ketua PKL Alun-alun Bojonegoro Sumarjo mengatakan para PKL menolak untuk direlokasi karena tempat baru yang diberikan dinilai tidak strategis. Para PKL mengaku mau direlokasi dengan catatan tempatnya representatif dan memiliki fasilitas yang memadai.

Sumarjo meminta agar Bupati Anna Mu’awanah memberikan kesempatan selama satu bulan kedepan sambil menemukan solusi terbaik bagi para PKL. “Karena pengalaman sebelumnya, kami berkali-kali direlokasi malah jualannya sepi,” katanya.

Terpisah, Ketua Tim Penataan PKL Bojonegoro, Gunawan, menyatakan, sudah diberi tugas oleh bupati untuk melaksanakan relokasi ratusan PKL tersebut. Sehingga akan tetap menjalankan tugas sesuai kebijakan dari Pemerintah Kabupaten kecuali ada perubahan dari Bupati Anna Mu’awanah. “Kalau ada perubahan perintah, kita akan ikuti,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Imam Solikhin merekomendasikan pemkab setempat untuk memberikan kesempatan kepada 135 PKL yang berjualan di sekitar Alun-alun Bojonegoro.

“Sesuai hasil rapat dengar pendapat hari ini dengan PKL, intinya mereka mau direlokasi asalkan tempatnya representatif dengan fasilitas yang memadai,” katanya.

Menurutnya, hari ini merupakan date line para PKL untuk membersihkan lapak dan tidak lagi berjualan di alun-alun. Hanya saja, para PKL mengaku belum siap. “Hari ini juga, kami meminta kepada Bupati Anna Muawanah untuk menunda relokasi tersebut sampai satu bulan kedepan,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, satu bulan kedepan ada komunikasi yang baik antara PKL dengan Pemkab Bojonegoro baik masalah relokasi dan peningkatan fasilitas. “Harapannya agar roda perekonomian juga lancar,” tukasnya dihadapan para PKL yang mengadu ke DPRD Bojonegoro. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar