Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya Butuh Sosok yang Lebih dari Risma

Surabaya (beritajatim.com) – Liang Research, Senin (26/8/2019) mengungkapkan jika Kota Pahlawan membutuhkan sosok pemimpin yang berkompeten dan menguasai medan di Pilwali Surabaya kelak.

“Seperti kita ketahui, Ibu Risma adalah salah satu contoh pemimpin yang dapat mengatur dan menjalankan sistem pemerintahan di Surabaya dengan baik. Di tahun 2020 nanti beliau purna bakti dan sesuai peraturan beliau tidak bisa mencalonkan diri kembali. Untuk itu dibutuhkan sosok pengganti Ibu Risma yang setidaknya memiliki kinerja yang selevel dengan Ibu Risma, atau bahkan lebih baik dari Ibu Risma,” ujar peneliti Liang Research, Natalia Liang.

“Inilah yang akan menjadi PR bagi masyarakat Surabaya untuk menyeleksi secara ketat calon-calon Walikotanya, dan yang nantinya akan dipilih untuk menjadi Walikota berikutnya guna melanjutkan pembangunan dan kemajuan Surabaya menjadi lebih baik lagi dari segala aspek. Dewasa ini para milenial tampaknya mulai ‘aware’ dengan kemajuan pemerintahan dan bangsa ini. Mereka memiliki gagasan-gagasan yang segar dan semangat tinggi, apalagi saat ini adalah era 4.0, era di mana dunia digital sangat berperan penting, dan para millennial sangat piawai dengan dunia digital,” tambahnya.

Kondisi itu, menurut Natalia, para pemimpin muda sangat dibutuhkan dalam pemerintahan, yaitu pemimpin muda yang benar-benar berkualitas. “Surabaya butuh calon Walikota yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja (IQ), tetapi juga yang punya dimensi kecerdasan yang lain, seperti kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ),” tegasnya.

“Bangsa ini sedang memberantas korupsi dan intoleransi yang sudah mulai mengakar, untuk itulah mengapa calon pemimpin Surabaya mendatang harus memiliki tiga kecerdasan di atas,” tambah Natalia.

Ia pun lebih lanjut, mengaku menaruh harapan besar pada partai-partai nasionalis dan religius-nasionalis dapat mengusung serta memenangkan calonnya yang bisa menjadi pemimpin sejati di Surabaya, yaitu seorang yang nasionalis, toleran, religius, dan berakhlak baik.

“Sejauh ini ada nama-nama yang mencuat di pemberitaan-pemberitaan media, saya rasa itu baik, jadi masyarakat banyak pilihan. Kalau dari tim kami sendiri sudah menjaring sekitar sepuluh nama bakal calon Walikota Surabaya,” kata Natalia.

“Armuji (PDIP), Wisnu Sakti Buana (PDIP), Dhimas Anugrah (PSI), Eri Cahyadi (Birokrat), Gus Hans (Golkar), Fandi Utomo (PKB), Bambang Haryo (Gerindra), Hendro Gunawan (Birokrat), Djarot Syaiful Hidayat (PDIP), Abraham Sridjaya (Golkar),” pungkasnya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar