Politik Pemerintahan

Petugas Pemilu Meninggal, Pemerintah Siapkan Santunan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya tengah membahas adanya pemberian santunan terhadap petugas yang meninggal saat menjalankan tugas dalam proses pemilu serentak 2019. Pihaknya menyatakan duka cita mendalam terhadap korban.

“Bawaslu atas perintah Presiden melalui Menteri Keuangan sedang membahas dan sedang disetujui semacam akan memberikan santunan kepada mereka. Jangan dilihat nilainya lah, tapi ini bentuk pemerintah dalam menghargai tugas para petugas KPPS, anggota TNI maupun anggota TNI yang menjalankan tugas tulus ikhlas untuk suksesnya pemilu ini,” kata Tjahjo Kumolo saat di Banyuwangi, Kamis (25/4/2019).

Kata Tjahjo, atas berbagai kejadian meninggalnya petugas pemungutan suara maupun pengamanan ini menunjukkan, pemilu serentak ini secara fisik dan mental petugas di bawah tidak siap.

“Orang mau berkata apa, fitnah ria, mau bicara hoax, tapi pemilu kita ini terbesar di dunia, terumit di dunia, tapi pemilu ini paling sukses, aman hingga hari H-nya. Tingkat partisipasinya juga tinggi di atas 80 persen lebih,”

“Meskipun di sana masih ada satu dua pengulangan itu patut disadari. Ini adalah sebuah dinamika karena kita ada 81 ribu lebih TPS itu yang harus diamankan. Mari kita ikuti aturan konstitusional kita,” katanya.

Lebih lanjut, kata Tjahjo, KPU dan Bawaslu adalah organisasi yang bukan di bawah pemerintah. Mereka berdiri mandiri, yang sesuai di bawah undang-undang konstitusional.

“Selain santunan, nanti setelah pemilu akan ada evaluasi pelaksanaan. Saat ini evaluasi internal sudah kita lakukan,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar