Politik Pemerintahan

Pesan Haul Gus Dur: Masyarakat Butuh Toleransi yang Berpijak Nilai Kemanusiaan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Gusdurian atau kelompok maupun individu pengagum pemikiran Gus Dur (KH Abdul Rahman Wahid) Kabupaten Bojonegoro memperingati Haul Gus Dur yang ke 10 di Pendapa Malowopti, Pemkab Bojonegoro, Minggu (29/12/2019) malam.

Perayaan berlangsung sederhana, dengan duduk lesehan di karpet merah yang digelar di pendapa. Meski sederhana namun apa yang disampaikan dalam sesi diskusi sangat mewah. Hal itu lantaran menyangkut nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan.

Salah seorang narasumber, Nanang Fahruddin mengatakan, toleransi agama yang sekarang masih harmonis diantaranya ada di Dusun Kwangenrejo, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Tempat ibadah bagi umat Islam dan Nasrani di pedusunan tersebut hanya berjalan puluhan meter. “Di kampung tersebut ada tiga tempat ibadah yang jaraknya hanya puluhan meter. Agama menjadi keyakinan masing-masing, tetapi persatuan antar warga yang sangat kuat,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Kabupaten Bojonegoro, Iwan Sukmana yang juga menjadi Nara sumber mengungkapkan masyarakat di Kwangenrejo menjadi bukti jika toleransi bukan hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi harus ada tindakan turunannya. “Berbicara tentang kemanusiaan, yang menjadi nilai-nilai Gusdurian adalah bukan lagi agamanya apa. Sekarang masyarakat kita butuh dorongan semangat toleransi yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Iwan mengungkapkan, yang menjadi keprihatinan sekarang ini adalah situasi yang menjadi persoalan mendasar dari beberapa persoalan, seperti bencana alam, aksi kekerasan, juga musibah. Persoalan tersebut merupakan ujian untuk melatih kemanusiaan. “Jadi yang diuji untuk melatih kemanusiaan ini bukan hanya yang terkena bencana, tetapi kita yang menjadi saksi, apakah mau menolong atau tidak,” terangnya.

Sekadar diketahui, Haul Gus Dur ke 10 itu selain diskusi juga ada pentas tari sufi dan pembacaan puisi. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Solikhin, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Gusdurian. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar