Politik Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Target Pendapatan Rp 98,6 Miliar

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Tutik Wadjawati.

Malang (beritajatim.com) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, terus mengejar target pendapatan dan jumlah pelanggan. Untuk saat ini, target pendapatan yang diperoleh pada tahun 2018 mencapai Rp 93 miliar, dengan jumlah pelanggan mencapai 121 ribu.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Tutik Wadjawati, Selasa (7/5/2019), mengatakan, jika perusahaannya setiap tahun mampu mengejar target, baik itu pendapatan maupun jumlah pelanggan. Sehingga untuk tahun 2019 ini, pihaknya juga mempunyai target pendapatan sebesar Rp 98,6 miliar, dan jumlah pelanggan 127 ribu.

“Kami optimis jika pada tahun ini bisa mencapai target tersebut,” jelasnya.

Selain target pendapatan dan jumlah pelanggan, kata Tutik, pihaknya juga menargetkan memperluas cakupan pelayanan air bersih. Karena untuk saat ini, pelayanan air bersih masih di 26 kantor unit, dari total 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang ini. Sehingga untuk mecakup pelayanan menyeluruh, akan dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan secara bertahap karena faktor anggaran.

Perumda Tirta Kanjuruhan, tegas Tutik, terus berkomitmen dalam meningkatkan pendapatan, pelayanan, dan mempermudah transaksi atau pembayaran tagihan dengan menggunakan elektornik atau E-Transaksi.

“Sehingga pelanggan tidak lagi membayar tagihan dengan menggunakan uang tunai di loket pembayaran, tapi hanya cukup melalui bank maupun toko modern, yang ditunjuk oleh Perumda Tirta Kanjuruhan,” beber Tutik.

Sedangkan program pelayanan air bersih untuk gakin, tambah Tutik, akan diluncurkan bertepatan Hari Jadi Perumda Tirta Kanjuruhan, pada bulan Juli 2019 mendatang. Sedangkan gakin yang mendapatkan layanan gratis, nantinya pihak Perumda Tirta Kanjuruhan memberikan maksimal penggunaan air tidak lebih dari 10 meter kubik (m3). Dan jika nantinya penggunaan air lebih dari yang sudah ditentukan itu, maka mereka harus membayar kelipatan penggunaan air, yakni akan dikenakan biaya Rp 2,100 per m3-nya.

“Tapi untuk memberikan pelayanan gratis pada gakin, maka pihaknya akan memastikan terlebih dahulu terkait ada tidaknya jaringan distribusi air yang ada di wilayah mereka. Dan jika tidak ada jaringan yang terpasang, maka pihaknya tidak bisa memasang pelayanan Sambungan Rumah (SR) baru,” Tutik mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar