Politik Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Prioritaskan Keluhan Pelanggan

Malang (beritajatim.com) – Keluhan pelanggan menjadi pemacu Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, untuk bekerja lebih baik dan optimal.

Upaya meningkatkan pelayanan air bersih, menjadi poin utama Perusaan Air Minum daerah di tempat ini bagi masyarakat luas. Sehingga, jika ada keluhan pelanggan, perusahaan tersebut berupaya tanggap dalam melayani apa yang dikeluhkan pelanggannya.

“Ketika ada keluhan pelanggan terkait adanya persoalan yang bisa merugikan pelanggan dalam pelayanan, maka wajib kita merespon keluhan pelanggan, dan mendatangi pelanggan,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, Jumat (9/8/2019).

Salah satunya, keluhan yang dirasakan warga Perumahan Permata Regency, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang atas nama Ida Rochani. Ida yang telah mengadukan kepada Perumda Tirta Kanjuruhan, jika tagihan rekening airnya selama dua bulan terkahir terjadi pembekakan biaya, yakni totalnya mencapai Rp 750 ribu. Dengan pengaduan pelanggan itu, maka petugas langsung di turunkan untuk mengecek penyebab lonjakan pemakaian air tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan di rumah pelanggan tersebut, ditemukan kebocaran pada pipa dalam rumah. Namun, pelanggan tidak mengizinkan untuk dibongkar, dengan tujuan untuk diganti pipa baru. Karena rumah pelanggan itu bukan rumah sendiri atau mengontrak, maka petugas tidak berani membongkar,” beber Syamsul.

Menurut Syamsul, pihaknya juga melakukan uji akurasi atau pengecekan pada meter air dengan menggunakan alat bejana meter. Hanya saja, meter air tersebut dalam keadaan normal. Sehingga petugas memotong pipa yang berada dalam rumah, lalu solusinya dibuatkan saluran kran air di halaman rumah. Hal ini agar tidak terjadi kebocoran air, yang hal itu telah menyebabkan tagihan rekening air melonjak.

“Karena meter air menggunakan sistem Mobile Meter Reading (MMR) atau pembacaan meter secara online. Sehingga pelanggan tetap harus membayar tagihan sesuai jumlah air yang keluar. Dan meski ada tagihan pelanggan yang harus dibayar, tapi pihaknya belum menjadikan tagihan rekening, karena terjadi kebocoran air,” tegas Syamsul.

Ia melanjutkan, jika pelanggan keberatan membayar tagihan rekening air yang dianggap ada masalah, tetap harus dibayar. Namun, pihaknya bisa memberikan toleransi, pelanggan bisa mengajukan permohonan keberatan ke Perumda Tirta Kanjuruhan, dan pelanggan bisa mengangsur sesuai kemampuannya. Karena meter air menggunakan sistem MMR, sehingga tidak bisa menghentikan atau mengurangi jumlah tagihan yang harus dibayar.

Disisi lain, papar Syamsul, untuk 2019 ini dirinya menargetkan jumlah pelanggan bertambah, yakni sebanyak 6.000 pelanggan. Diharapkan, pada tahun ini jumlah pelanggan mencapai 126 ribu pelanggan. Dengan bertambahnya pelanggan, maka akan meningkatan pendapatan yang tentunya juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 55 persen dari laba bersih.

“Pendapatan yang diperoleh Perumda Tirta Kanjuruhan pada 2019 sebesar Rp 93 miliar. Dimana laba bersih yang kita peroleh yakni Rp 10 miliar, yang masuk PAD sebesar Rp 6 miliar,” Syamsul mengakhiri. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar