Politik Pemerintahan

Pernah Gagal, Kepala BPBD Jember Kini Andalkan Koalisi Semangka dalam Pilkada

Rasyid Zakaria

Jember (beritajatim.com) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember Rasyid Zakaria pernah gagal mencalonkan diri menjadi bupati dalam pemilu kepala daerah pada 2015. Kini dia kembali dengan persiapan lebih matang.

“Tahun 2015 saya gagal (mendaftarkan diri menjadi calon bupati di Komisi Pemilihan Umum), karena partai yang mengusung saya, PKB, kurang jumlah (kursi)nya. Waktu itu delapan kursi (di DPRD Jember), kurang dua kursi. Dengan serta-merta, tentu saya tidak bisa mencalonkan diri,” kata Rasyid, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Rasyid pun kini menerapkan taktik berbeda untuk menggalang dukungan partai dalam pemilihan kepala daerah tahun depan. Jika sebelumnya dia lebih dulu mencari rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa, karena memiliki latar belakang tokoh NU, kini dia mencari dukungan ke PDI Perjuangan lebih dulu. Siang ini dia menjadi orang pertama yang mendaftarkan diri menjadi calon bupati ke kantor Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember karena ingin dianggap serius.

PDIP memiliki tujuh kursi di DPRD Jember. Sementara PKB mengantongi delapan kursi. Rasyid ingin menciptakan koalisi semangka, yang terdiri atas partai nasionalis (merah) dan partai nahdliyyin (hijau). “Nanti tinggal menunggu kebijakan NU: PKB dengan (calon) siapa, karena PKB dilahirkan NU. Jadi sah-sah saja mungkin dari PDIP, ke PKB, lalu ke PPP,” katanya.

Rasyid mengukur diri dan karakter dengan kesesuaian partai yang didekatinya. “PKB dan PPP kan sesuai dengan karakter saya, karena saya kader NU. Tentu saya akan berusaha juga bersama PDI Perjuangan,” lkatanya.

Rasyid mengagumi militansi politik PDI Perjuangan. “Militansi, semangat, demokrasi yang dijalankan itu lebih menonjol. Jadi soal kalah-menang tergantung figur masing-masing dan rakyat yang menilainya. Tapi karena saya kader NU, saya tak akan lepas dari hijau. Saya menjalan tugas keinginan kiai. Saya inginkan warga NU bersatu kalau saya menjadi calon bupati, sama-sama. Tidak boleh tercerai-berai, karena saya berkhidmat di NU puluhan tahun. Sekarang pun saya Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia),” katanya.

“Mudah-mudahan niat saya Koalisi Semangka bisa kita dapatkan. Semua partai akan kami dekati. Mudah-mudahan nanti ada lebihnya. Tentu saya mendekat ke Golkar, PPP, PAN, Demokrat. Tapi harapan besarnya terjadi Koalisi Semangka,” kata Rasyid.

Langkah politik Rasyid saat ini didasarkan pada hasil survei lembaga nasional yang disewanya. “Saya tidak sebut nama dulu. Keyakinan saya untuk maju terdorong dari survei ini juga. Hasil survei rupanya agak bagus. Saya terutama ingin mewujudkan keinginan para Kiai: ingin bupati dari kader NU,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar