Politik Pemerintahan

Pandangan Pengamat Politik

Pergantian Ketua PDIP Surabaya Bisa Munculkan Kejutan di Bursa Pilwali

Surabaya (beritajatim.com) – Munculnya nama Adi Sutarwijono sebagai sosok yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk menjadi Ketua DPC Kota Surabaya hingga kini masih menimbulkan kejutan. Terlebih lagi, hal itu terjadi jelang Pilwali 2020.

Peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam memandang bahwa hal ini dapat dimaknai dari berbagai sisi. Bukan tidak mungkin, kejutan yang ada bisa merubah peta bursa calon Wali Kota Surabaya di Pilwali.

“Ya politik memang serba misterius dan momentum juga memegang peran penting. Saya pikir posisi Mas Whisnu menjelang pilwali dengan pengantian dari DPP ini juga bisa dimaknai banyak hal,” ujar Rokim.

Khusnudlon-nya barangkali ini DPP ingin memberi kesempatan agar Mas Whisnu fokus di Pilwali. Suudhon-nya, bisa jadi akan ada juga kejutan lain dari DPP mengingat bagaimanapun posisi ketua DPC amat strategis dalam Pilwali kali ini,” tambahnya.

Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini pun lebih lanjut menilai bahwa saat ini posisi Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjadi sangat menarik. “Benar-benar kejutan ini,” katanya.

“Posisi Mas Whisnu menarik ke depannya. Paling tidak sementara ada di dua jalan persimpangan tadi, antara yang khusnudlon dan suudlhon pada DPP,” pungkas Rokim.

Sebagai informasi, Posisi Whisnu Sakti Buana sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya digantikan oleh Adi Sutarwiyono pada Konferensi Cabang Zona Surabaya yang digelar DPD PDIP Perjuangan Jatim pada Minggu (7/7/2019).

Adi Sutarwiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya terpilih dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat bersama dengan Taru Sasmita sebagai Bendahara dan Baktiono selaku Sekretaris.

Protes pun mulai muncul saat pembacaan rekomendasi DPP PDI Perjuangan terkait ini dibacakan. Hal itu disuarakan oleh utusan Pengurus Anak Cabang (PAC) DPC PDI Perjuangan se-Surabaya.

Sesuai Peraturan Partai Nomor 28 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Partai dari hasil Rakernas beberapa bulan kemarin, pembentukan Pengurus ditingkat DPC, DPD, hingga DPP harus melalui usulan dari hasil Rakercab.

Usulan dari 31 PAC DPC PDIP Surabaya pada Rakercab 27 Juni kemarin sepakat mengusulkan nama Whisnu Sakti Buana. “Tapi hasil yang dibacakan tadi berbeda. Jelas kami kaget,” kata Ketua PAC Sawahan, Iwan Tjandra. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar