Politik Pemerintahan

Penjelasan Bawaslu dan KPU Kota Malang, Terkait Protes Warga Tak Bisa Nyoblos

Divisi Perencanaan Data dan Teknis, KPU Kota Malang, Deny Bachtiar

Malang(beritajatim.com) – Bawaslu Kota Malang telah melakukan klarifikasi ke sekitar 50 warga Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang, dan mahasiswa luar kota yang mendatangi kantor kelurahan karena kecewa tak bisa menyalurkan hak pilihnya, Rabu, (17/4/2019).

Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa kebanyakan persoalan mahasiswa yang protes karena belum mengurus A5. Mereka nekat datang ke TPS hanya bermodal E-KTP. Tentu Panitia Pemungutan Suara tak memperbolehkan mereka untuk mencoblos.

“Kan sudah difasilitasi KPU sejak tiga bulan sebelum coblosan untuk pindah pilih. Ya sekarang tidak bisa. Tidak ada ada pelanggaran. Penyelenggaraan pemilu sudah dibukakan ruang untuk warga luar kota pindah pilih,” kata Alim, Rabu, (17/4/2019).

Sementara itu, Divisi Perencanaan Data dan Teknis, KPU Kota Malang, Deny Bachtiar menuturkan secara regulasi bagi warga luar kota yang tak memiliki form A5 dan hanya bermodal E-KTP memang tak bisa difasilitasi untuk coblosan. Menurutnya, KPU telah memfasilitasi warga luar kota untuk mengurus A5 jauh-jauh hari.

Pengurusan A5 dimulai pada Januari hingga 17 Februari untuk tahap pertama. Kemudian dibuka lagi dan ditutup pada 17 Maret untuk tahap kedua. Sedangkan untuk tahap ketiga diperpanjang hingga 10 April sesuai putusan MK.

“Tapi tidak semua diperbolehkan. Hanya beberapa klasifikasi tertentu saja yang dilayani hingga H-7. Kalau warga luar kota tak punya A5 secara regulasi tak bisa. Karena kita sudah fasilitasi ini jauh-jauh hari sebetulnya,” tandas Deny. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar