Politik Pemerintahan

Penjaringan Calon Pimpinan KPK, Pansel Libatkan BNN dan BNPT

Malang (beritajatim.com) – Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya, KPK hanya kepolisian, BIN, kejaksaan, KPK, dan PPATK saja.

Kerjasama antar lintas lembaga diharapkan mampu menyaring calon pimpinan KPK yang memiliki integritas dengan baik. Jadi tidak hanya persyaratan administrasi saja, melainkan juga rekam jejak dari masing-masing calon.

Anggota pansel KPK, Hendardi mengatakan, alasan menggandeng BNPT terkait dengan pencegahan paham radikalisme dalam tokoh yang mendaftarkan diri sebagai capim KPK. Sedangkan, dengan BNN untuk mengetahui rekam jejak capim dalam kaitan dunia narkotika.

“Kami tidak menghendaki lembaga seperti ini ada semacam intervensi apapun termasuk soal idiologis. Untuk itu, BNPT yang notabene berhubungan dengan pencegahan radikalisme dan terorisme menjadi penting dilibatkan,” kata Hendardi.

“Kami tidak ingin ada capim KPK yang terlibat penggunaan narkoba langsung atau bahkan masuk dalam sindikat peredaran narkoba,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga saat ini sudah ada 11 orang yang mendaftarkan diri dalam seleksi calon pimpinan KPK. Namun Hendardi, enggan menyebutkan deretan nama yang telah mendaftarakan diri. Pendaftaran pun masih dibuka termasuk menjaring calon dari daerah. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar