Politik Pemerintahan

Pengungsi Wamena di Ponorogo, Per KK Dapat Bantuan Rp 7 Juta

Ponorogo (beritajatim.com) – Perwakilan warga Ponorogo yang mengungsi dari Wamena akhirnya dapat bertemu dengan Bupati Ipong Muchlissoni. Pertemuan dilaksanakan pada Senin (4/11/2019) pagi bertempat di rumah dinas bupati.

Hasil dari pertemuan itu, disepakati bersama bahwa setiap Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan keuangan dari Pemkab Ponorogo senilai Rp 5 juta. Selain itu mereka juga mendapatkan bantuan Rp 2 juta dari Palang Merah Indonesia (PMI). “Jadi bantuan keuangan Rp7 juta diberikan kepada 15 KK yang kembali pulang ke Ponorogo,” kata Ipong usai pertemauan, Senin siang.

Ipong mengungkapkan bahwa daerah lain mungkin tidak ada bantuan seperti yang dilakukan oleh Pemkab Ponorogo. Kendalanya, kata Ipong ada pada aturan. Sehingga beberapa minggu ini pihaknya mencoba mencari rujukan aturan yang mungkin bisa digunakan untuk memberikan bantuan pada para pengungsi ini.

“Makanya akhir-akhir ini kami mencari jalan, bagaimana caranya kita bisa keluarkan bantuan sosial itu. Kalau sekedar bantuan sembako, ya sejak saat itu bisa kami berikan saat itu juga,” katanya.

Mengenai administrasi kependudukan, Ipong sebelumnya melakukan pengkajian lebih dulu. Sebab masalah kependudukan itu juga tidak bisa dianggap sembarangan. Sementara itu terkait tuntutan pengungsi yang minta dicarikan lapangan kerja, Ipong menyebut Pemkab berusaha untuk memfasilitasinya. Dia mencontohkan salah satu pengungsi yang bernama Bu Siti.

Di Wamena pekerjaannya menjahit, nah di Ponorogo didorong juga untuk usaha menjahit. Jika tidak ada mesin jahitnya, Pemkab membantu untuk mesin jahitnya. “Kalau untuk ASN bisa dipindah, namun harus sabar karena memerlukan proses juga,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar