Politik Pemerintahan

Pengamen di Surabaya Bakal Dapat Tambahan Gaji dari Pemkot

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Tri Rismaharini menilai pengamen yang ada di Kota Surabaya kini sudah terlihat berkurang di jalanan.

Sebelumnya Pemkot Surabaya mengeluarkan program menampilkan pengamen di taman.

Mereka ada di taman-taman dan kita bayar loh. Kemarin sudah saya minta ke Dinas Pariwisata untuk menambah porsinya untuk berapa kali main, sehingga dia mendapatkan pendapatan,” jelas Risma.

Menurut Risma program ini untuk antisipasi Pemkot untuk mengurangi korban jiwa yang terjadi di jalan raya.

“Ya, kalau gak ada mobil yang nyosor, kalau nyosor disalahno neh Wali Kotane. Jadi ndak papa, nanti main di taman dan nanti malah kita bayar. Tapi yo jangan nang jalan, bahaya banget,” kata Risma.

Meski dibayar, para  pengamen yang menampilkan karya bermusiknya di taman-taman bukan berarti tidak boleh menerima uang dari pengunjung.

Mereka tidak dilarang menerima uang sepanjang tidak memaksa.

Jadi dari pariwisata memberi tempat dan dia menaruh kaleng tapi tidak boleh meminta dan muter. Mangkanya kita puter (pengamennya), karena di Bungkul itu rame, biar adil. Ada jadwalnya kita puter dan kita rolling,” imbuhnya.

Risma menyampaikan, pengamen yang ingin mendaftar harus warga asli Surabaya. “Gak boleh kalau luar kota, kita usir kalau ada,” pungkas Risma.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar