Politik Pemerintahan

Romi Ditangkap KPK

Pengamat: PPP Segera Munaslub Cari Pengganti Romi!

Surabaya (beritajatim.com) – Dosen komunikasi politik dan dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam ikut berpendapat terkait penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) oleh KPK yang diduga melakukan transaksi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

“Harus diakui politik kita sungguh high cost, sehingga godaan untuk berburu sumber-sumber pembiayaan politik hampir jadi habbit atau kebiasaan bagi para politisi. Saya meyakini ada operasi-operasi itu yang dilakukan pada hampir semua Kementerian dan BUMN untuk tambahan biaya politik. Jika melihat modus operandinya, terlihat kalau itu berjamaah dan sudah dilakukan sejak lama,” katanya kepada beritajatim.com, Sabtu (16/3/2019).

“Tentu kita prihatin karena itu dilakukan di Kementerian Agama yang selama ini kita duga bukan termasuk kementerian basah di negeri ini. Jika akhirnya terbukti, sungguh menyesakkan dada, betapa jual beli jabatan itu nyata adanya,” imbuh pengamat politik dari Surabaya Survei Center (SSC) ini.

Apa berpengaruh terhadap suara PPP di Pemilu 2019? “Karena momentumnya amat dekat dengan 17 April, saya pikir akan memberi pengaruh signifikan. Bagaimanapun pengaruh citra udara akan sangat memberi pengaruh pada perang darat. Jadi rasanya kalau tidak ada upaya penyelamatan yang serius, PPP akan sulit lolos PT 4 persen. Caleg-caleg PPP hanya bisa mengandalkan upaya mandirinya, tidak lagi bisa mengandalkan efek citra perang udara,” jelasnya.

Menurut dia, penangkapan Romi juga berpengaruh kepada pilpres, karena PPP termasuk salah satu partai pengusung pasangan nomor urut 01. Bahkan, bisa dikatakan sebagai pengusung utama lingkar satu. “Apalagi majunya Kiai Ma’ruf tidak lepas dari peran Gus Romi PPP. Rasanya sulit untuk melepas efek tertangkapnya Gus Romi terhadap keterpilihan Kiai Ma’ruf,” tuturnya.

Surokim juga memprediksi PPP akan sulit untuk recovery dalam waktu singkat, jika kasus yang menimpa itu OTT KPK, karena hampir sulit lolos dari jeratan KPK dengan mengingat kinerja KPK selama ini.

“Langkah taktis dalam jangka pendek ya segera Munaslub untuk mencari penganti Ketum, jika ingin selamat dari PT 4 persen. Menurut saya nggak ada cara penyelamatan lain, jika masih ingin mengandalkan efek perang udara pencitraan partai,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar