Politik Pemerintahan

Peneliti IQRA Dorong Masyarakat Tolak Politik Uang

Surabaya (beritajatim.com) – Mendekati hari pencoblosan biasanya money politik semakin gencar. Masyarakat sudah terbiasa menunggu “serangan fajar” untuk menggunakan hak pilihnya ke tempat pemungutan suara (TPS).

Atas kondisi ini, peneliti IQRA (Indonesia Qualitatif Research Asosiastion) Andi Budi Sulistijanto mendorong masyarakat menolak money politik. Masyarakat mau menerima politik uang karena tidak ada edukasi tentang bahaya money politik.

“Masyarakat harus sadar tentang bahaya money politik,” ujarnya, Selasa (16/4).

Andi budi, menegaskan money politik menjadi salah satu faktor terjadinga korupsi. Ongkos politik yang sangat mahal bisa memicu kepala daerah dan anggota legislatif melakukan korupsi.

“Kalau masyarakat benci terhadap koruptor maka harus ada edukasi asalnya korupsi ya dari money politik,” tegasnya.

Pria asli Surabaya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini memandang, ada anggapan bawah dengan money politik calon legislatif atau kepala daerah secara massif akan mendapatkan suata maksimal. Sehingga begitu terpilih ada hal-hak rakyat yang tidak tersalurkan.

“Karena mereka sibuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. Jadi modal banyak yang dikeluarkan bisa menjadi motivasi untuk melakukan korupsi,” ungkapnya.

Memang fenomena money politik seolah-olah sudah menjadi tradisi setiap momentun pemilu. Namun masyarakat harus menyadari bahwa budaya itu akan merenggut hak rakyat sebagai pemegang hak pilih untuk menentukan wakilnya yang memiliki kualitas dan kepedulian terhadap rakyat.

Karena itu, politisi yang akrab disapa Gus Andi ini mendorong masyarakat memilih wakilnya menggunakan hati nurani. “Siapapun calegnya kalau dikenal dan mumpuni dijadikan wakil bisa dipilih. Minimal masyarakat harus memilih caleg yang dikenal,” katanya.

Dari hasil pengematannya selama ini, sudah terjadi penurunan money politik yang signifikan. Sebab, sanksi dari money politik sudah cukup tegas. Apalagi KPK sering melakukan OTT terhadap beberapa caleg yang menggunakan money politik untuk mendulang suara.

“Masyarakat juga ngak mau dihargai murah dengan konsekuensi kehilangan esensi dari wakilnya yang duduk di parlemen,” ujarnya.

Andi budi mengapresiasi kinerja KPK melakukan OTT terhadap sejumlah caleg yang menyiapkan serangan fajar. Gus Andi juga mendorong Bawaslu melakukan pencegahan money politik.

“Bawaslu juga punya kemampuan melakukan pencegahan dan penindakan,” tandasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar