Politik Pemerintahan

Pemkot Mojokerto Targetkan 2020 Stop Buang Air Besar Sembarang

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meresmikan IPAL Komunal dan Program Perpipaan Sanitasi di Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto menargetkan stop buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Untuk itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Program Perpipaan Sanitasi di Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto diresmikan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meresmikan IPAL Komunal tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan sehat. Instalasi khusus ini pun targetnya akan terus ditambah seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Pemkot Mojokerto pada tahun 2019 telah berhasil membangun lima unit IPAL Komunal dengan anggaran Rp2.292.500.000 dan tiga unit Septik Komunal dengan anggaran Rp225 juta. Total anggaran untuk program penyehatan lingkungan di Kota Mojokerto tersebut sebesar Rp2.417.500.000.

Dimana setiap unit IPAL Komunal dapat menjangkau sasaran 50 sampai dengan 70 sambungan rumah. Sedangkan Septik Komunal dapat menjangkau tujuh hingga 12 sambungan rumah. Untuk IPAL Komunal di tahun 2019 telah mencapai sasaran sebanyak 302 rumah, sedangkan setik komunal mencapai 29 rumah.

Ini artinya, mampu mengurai masalah kepemilikan jamban sehat sebanyak 331 rumah. Sedangkan tahun 2020 Pemerintah Kota Mojokerto memperoleh program IPAL Komunal dari Dana Alokasi Khusus sebanyak 10 unit untuk IPAL Komunal dan 15 unit Septik Komunal. Yang tersebar di delapan kelurahan.

“Kami ingin, melalui pembuatan IPAL Komunal dan program perpipaan sanitasi, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya warga Lingkungan Trenggilis, akan pentingnya sanitasi dan kebersihan. Sehingga setiap rumah tangga mampu mengelola limbah dengan baik sesuai standar kesehatan,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Selasa (18/2/2020).

Ini dilakukan karena Pemkot Mojokerto menargetkan, pada tahun 2020 sampai 2021 Kota Mojokerto ODF. Ning Ita (sapaan akrab, red) menambahkan, sampai dengan tahun 2019, dari 42.500 jumlah rumah di Kota Mojokerto telah memiliki jamban sehat sebanyak 41.866 rumah.

“Sedangkan sisanya sebanyak 634 rumah, belum memiliki jamban sehat akan diselesaikan pada 2020 melalui dana DAK. Untuk itu, kami berharap agar warga bisa merawat dan memelihara dengan baik, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan kebersihan,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar