Politik Pemerintahan

Baik CPNS Maupun PPPK

Pemkab Ponorogo Usulkan 531 Formasi

Kepala BKPPD Ponorogo Winarko Arief. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk kebutuhan pegawai, Pemkab Ponorogo kembali mengusulkan sebanyak 531 formasi. Dari jumlah tersebut, 177 untuk formasi PNS, sedangkan 345 untuk formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Jadi komposisinya 33 persen untuk lowongan PNS dan 67 persen untuk lowongan PPPK,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Pemkab Ponorogo Winarko Arief, Selasa (10/9/2019).

Rinciannya, kata Pak Win sapaan Winarko Arief, dari 177 itu sebanyak 92 orang, tenaga kesehatan 32 orang dan 53 orang untuk formasi tenaga teknis. Sedangkan untuk PPPK, guru sebanyak 207 orang, tenaga kesehatan 71 orang dan tenaga teknis sebanyak 67 orang.

“Jumlah itu merupakan yang kami usulkan ke pemerintah pusat. Disetujui jumlahnya berapa sampai sekarang kami juga belum tahu, kami masih menunggu juga,” katanya.

Berdasar rapat terakhir dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB), Winarko menyebut bahwa belum ada kepastian kapan pelaksanaan seleksi CPNS maupun PPPK diadakan.

Yang membedakan dengan seleksi CPNS dengan sebelumnya, kali syarat usia untuk tenaga kesehatan khusunya dokter spesialis, maksimal 40 tahun. Karena kenyataannya formasi dokter spesialis hampir tidak ada pendaftar. Sebab ketika menempuh pendidikan di kedokteran waktu yang dibutuhkan lama, apalagi jika ditambah pendidikan dokter spesialis.

“Jadi syarat maksimal umur 35 tahun bagi tenaga kesehatan hampir tidak mungkin. Kedepan tenaga kesehatan bisa sampai usia 40 tahun untuk mendaftar,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar