Politik Pemerintahan

Ciptakan Kondusifitas Selama Ramadan

Pemkab Mojokerto Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang bulan suci ramadan dan Idul Fitri 1440 H tahun 2019, Pemkab Mojokerto menggelar rapat koordinasi lintas sektoral wilayah Kabupaten Mojokerto. Tujuannya agar tercipta kondusifitas dengan cara toleransi umat beragama.

Hadiri Wakil Bupati Mojokerto, Sekdakab, Forkopimda, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forkopimca, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta anggota Polisi dan TNI.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, jika kondusifitas lingkungan selama ramadan bisa diwujudkan dengan cara toleransi umat beragama yang dijunjung tinggi. “Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi bersama dengan lintas sektoral,” ungkapnya, Sabtu (4/5/2019).

Kondusifitas selama ramadan, bisa diwujudkan melalui toleransi saling menghormati umat beragama. Kepada seluruh pengusaha hiburan dan pemilik rumah makan, Wakil Bupati menghimbau untuk menghargai dan ikut menjaga kekhusyukan bulan suci ramadan 1440 H.

Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol Hadi Prayitno meneruskan amanat Walikota Mojokerto, tentang penutupan tempat hiburan selama bulan puasa. Terhitung dari tanggal 6 Mei 2019 hingga Idul Fitri tiba, Polres Mojokerto Kota memastikan tidak akan ada sweeping dari organisasi-organisasi masyarakat tertentu.

“Tidak ada sweeping dari ormas-ormas tertentu selama ramadan. Masyarakat harus percaya kinerja Polri untuk memantau tempat hiburan selama bulan suci,” tegasnya.

Komandan Kodim 0815,Letkol Kav Hermawan Weharima turut memberikan arahan kepada masyarakat untuk bisa menyaring beberapa informasi agar tidak menjadi isu negatif. Ia meminta semua harus bersatu untuk menjaga lingkungan demi keamanan selama bulan suci ramadan 1440 H.

“Menjaga lingkungan bersama, sudah menjadi kewajiban dan tugas kami di TNI. Namun harus ada peran serta masyarakat, dimana dalam hal ini ikut membantu kondusifitas lingkungan dengan menyaring infromasi (media), agar tidak menjadi isu negatif,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang bisa berpotensi mengurangi khidmatnya ramadan 2019. “Tidak ada miras, tidak pertengkaran, tidak ada pencurian,” tuturnya.

Polres Mojokerto akan menindak tegas jika ada masyarakat yang melanggar. Dengan adanya sharing lintas sektor ini, diharapkan semua entitas masyarakat bisa bersinergi dengan Pemkab Mojokerto dalam menjalankan misi dan visi bersama bulan suci ramadan 2019.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar