Politik Pemerintahan

Pemkab Malang Alokasikan Sumur Bor di Seluruh Desa Susah Air

Bupati Malang, HM. Sanusi saat tunaikan sholat Istisqo berjamaah di Lapangan Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabuppaten Malang, Senin (21/10/2019) sore ini.

Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya 18 titik sumur bor sudah dilakukan Pemkab Malang bersama Kementerian ESDM guna mengatasi kekeringan di musim kemarau tahun ini.

“Pemkab Malang dalam penanganan kekeringan, untuk kebutuhan air minum dan air bersih kami sediakan 10 tangki dari Pemkab Malang dan 1 tangki dari Polres Malang. Truk tangki tersebut diperbantukan 24 jam untuk mengatasi kekurangan air bersih di daerah Malang Selatan,” ujar Bupati Malang, HM Sanusi usai tunaikan sholat Istisqo berjamaah di Lapangan Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabuppaten Malang, Senin (21/10/2019) sore ini.

 

Kata Sanusi, selain pemberian bantuan tangki air, di wilayah Kabupaten Malang kini sudah ada 18 titik sumur bor. Sumur bor tersebut dibangun berkat sinergi Pemkab Malang dan Kementrian ESDM.

“Kedepannya selain bantuan tangki, kami bantu dengan sumur bor. Di tahun 2020 nanti di kabupaten malang sudah tak ada lagi kekeringan air,” ucap politisi PKB itu.

Masih kata Sanusi, secara keseluruhan sudah ada 18 titik sumur bor. 8 sumur bor sudah diresmikan kemarin di Kecamatan Pagak.”Di Donomulyo ini ada 4 titik sumur bor. Lalu di Kecamatan Pagak ada 3 titik.

Secara keseluruhan, ada 40 desa yang nanti kita upayakan membuat sumur bor. Anggaranya kita alokasikan melalui APBD. Nggak mahal kok, Cuma Rp 200 juta saja untuk satu titik sumur bor. Kalau ditotal keseluruhan ya sekitar Rp 8 milyar lah. Bisa kita alokasikan untuk mengatasi kekeringan,” terang Sanusi.

Sanusi menambahkan, desa potensi kekeringan akan di bantu pembuatan sumur bor. “Ada 40 desa lah yang berpotensi kekeringan. Kita sudah bikin proposal terus kita ajukan ke ESDM nanti,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar