Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Imbau Pengurangan Sampah Plastik

ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengeluarkan surat edaran kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala instansi vertikal atau BUMD, Kepala Lembaga Pendidikan, para pelaku usaha dan Komunitas Peduli Lingkungan untuk mengurangi sampah plastik.

“Sebenarnya dulu sudah pernah ada imbauan tapi tidak dilakukan secara serius, sekarang kami ingatkan lagi untuk tidak menggunakan plastik,” kata Pj Sekretaris Daerah Bojonegoro, Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno, Rabu (14/8/2019).

Imbauan kedua ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 660/784/412.219/2019, ditandatangani Bupati Anna Mu’awanah, dan berlaku sejak dua bulan lalu. Namun, menurut Abimanyu, sebagian besar pedagang di Bojonegoro belum menerapkannya. “Tidak ada sangsi bagi yang tidak mentaatinya,” katanya.

Di surat edaran itu juga disebutkan untuk semua kegiatan di lingkup pemkab baik rapat, sosialisasi, koordinasi maupun pelatihan diimbau agar tidak menggunakan plastik untuk bungkus makanan. Melainkan menggantinya dengan bahan yang mudah didaur ulang, seperti daun atau kertas.

“Lalu bagi para pegawai, untuk membiasakan membawa botol minum sendiri,” lanjut pria yang menjabat sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro itu.

Imbauan tersebut juga berlaku bagi supermarket, pusat perbelanjaan, ritel modern dan kantin kantor maupun sekolah agar menggunakan kantong plastik ramah lingkungan terbuat dari bahan dasar organik yang mudah terurai, atau tas permanen yang dapat dipakai berulang-ulang.

Dalam sesuai surat edaran tersebut juga diimbau untuk membentuk Bank Sampah baik di wilayah perkantoran, sekolah dan desa se Kabupaten. “Semoga himbauan ini diperhatikan karena penggunaan sampah menyebabkan permasalahan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Sholeh Fatoni mengatakan saat ini hampir 200 lembaga bank sampah mulai mati suri. Hal itu dinilai karena kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah menjadi energi baru terbarukan masih rendah.

“Kami mulai akan menghidupkan kembali bank sampah yang mati suri melalui perkumpulan ibu-ibu, PKK dan komunitas masyarakat pengelola bank sampah,” terangnya. [lus]

Apa Reaksi Anda?

Komentar