Politik Pemerintahan

Lebih 100 Hari Menjabat

Pemimpin Baru Jombang Belum Ada Gebrakan

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama Wabup Sumrambah

Jombang (beritajatim.com) – Sejak dilantik September 2018 hingga Januari 2019, Bupati dan Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab – Sumrambah, belum menunjukkan leadership yang kuat, menggigit apalagi out of box.

Penegasan itu disampaikan Yusron Aminulloh, Ketua Forum Masyarakat Jombang Berdaya saat berbincang dengan beritajatim.com, Senin (7/1/2018).

“Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya pemimpin birokrat, bukan hanya pelaksana pembangunan. Tapi penggagas yang harus visioner, menggebrak, memotivasi rakyat berdaya, membangun visi kedepan,” tegas Yusron yang juga MasterbTrainer MEP Indonesia.

Lihat Lumajang, lanjut Yusron, begitu pidato pertama sudah menjadi viral. Begitu melangkah gebrakannya memesona. Bahkan baru mulai kerja, rakyat sudah bangga. Masyarakat Jombang menunggu, minimal lima hal utama.

“Apa layanan publik terbaru yang akan dipersembahkan kepada masyarakat. Infrastruktur besar apa yang akan dibuat untuk mayarakat. Kualitas layanan pendidikan (sekolah) dan kesehatan dan gebrakan destinasi wisata berkelas nasional apa yang akan dipersembahkan?,”.

Apalagi tambah Yusron, dikotomi pendapatan Migas dan Non Migas sedang akan diubah menjadi pendapatan wisata dan non wisata. Gerakan pemerintah pusat harus disambut sinergi dengan pemda Jombang.

“Jangan viralkan nambal jalan yang lobang. Pembersihan sungai. Itu biar menjadi kerjaan dinas terkait, bahkan kreativitas pemimpin lokal (Kepala Desa). Viralkan kualitas Jombang dan aktualisasi gagasan besar, ” tuturnya.

Bahkan Yusron menganalisa, Tol Surabaya-Jombang bisa menjadi berkah sekaligus ‘bencana’. Berkah kalau mau memanfaatkan dan melihat peluang bisnis dan wisata di Jombang. Tapi kalau kalah kreatif dengan Mojokerto, Kediri dan Nganjuk, orang hanya akan melewati Jombang.

“Seorang deputi Menteri bilang saya. Jombang bisa hanya menjadi kota yang terlewatkan kalau tidak berbenah. Tamu dari Jakarta dan kota-kota lain, memilih menginap dan makan di Surabaya, meski tugas ke Jombang. Ini karena faktor tol hanya 48 menit,” tambahnya.

Di bidang infrastruktur wisata. Orang akan kaget dari Pacet ke Wonosalam jalannya berbeda jauh. Yang Pacet (Mojokerto) jalan lebar dan mulus. Yang Wonosalam (Jombang) sempit. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar