Politik Pemerintahan

Pemilu Selesai, Ini Wajah DPRD Jombang 2019-2024

Anggota DPRD Jombang 2014-2019 sedang menggelar rapat paripurna. [foto/dok]

Jombang (beritajatim.com) – Pemilu 2019 sudah selesai digelar pada 17 April. Bahkan rekapitulasi suara hasil pemilu juga sudah dilakukan oleh KPU Jombang. Hanya saja, penyelenggara pemilu tersebut belum menetapkan siapa saja caleg yang mendapatkan kursi di DPRD setempat.

Namun demikian, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara itu, sudah dapat diraba perolehan kursi masing-masing partai. Ada yang mengalami peningkatan drastis, ada yang stagnan, ada pula partai yang perolehan suaranya terjun bebas.

Suara Melesat, Kursi Bertambah
Berdasarkan rekapitulasi suara yang digelar KPU Jombang, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) boleh menepuk dada. Pasalnya, partai berlambang bola dunia tersebut menjadi juara. PKB sukses merebut 10 kursi di DPRD Jombang. Partai ini mendulang 145.484 suara.

Ketua DPC PKB Jombang Masud Zuremi menyebut, ada peningkatan dua kursi atau 25 persen jika dibanding pemilu 2014. Karena pada 2014, PKB mendapatkan delapan kursi di DPRD. “Sedangkan pemilu 2019 ini kami mendapatkan 10 kursi. Ada peningkatan dua kursi,” ujar Masud.

Masud merinci, 10 kursi yang diraih PKB tersebar di enam dapil yang ada di Kabupaten Jombang. Bahkan untuk dapil Jombang I (Jombang-Peterongan), Jombang II (Diwek, Sumobito, Jogoroto), dapil Jombang III (Mojowarno, Mojoagung, Bareng, Wonosalam), dapil Jombang V (Kabuh, Plandaan, Kudu, Ngusikan, Ploso), masing-masing mendapatkan dua kursi.

Sedangkan dapil Jombang IV (Bandar Kedungmulyo, Perak, Ngoro, Gudo) dan dapil Jombang VI (Kesamben, Megaluh, Tembelang), masing-masing mendapat satu kursi. “Ada dua faktor yang menjadi kunci kemenangan PKB di kota santri. Pertama, soliditas dan kekompakan di internal partai mulai ranting, anak cabang, hingga cabang. Kedua adalah silaturahmi,” urainya.

Bagaimana dengan PDI Perjuangan yang merupakan pemenang pemilu 2014 di Jombang? Partai berlambang banteng moncong putih ini membuntuti PKB. Sebenarnya, kedua partai tersebut sama-sama mendapatkan 10 kursi di parlemen. Namun, PKB lebih unggul soal perolehan suara. Jika PKB meraup 145.484 suara, maka PDIP mendulang 143.033 suara.

Dari enam dapil yang ada, PDIP masih perkasa bagi lawan-lawannya. Betapa tidak, di dapil Jombang I, III, IV dan VI, partai besutan Megawati ini mendapatkan dua kursi. Sedangkan dapil II dan V, masing-masing hanya satu kursi.

Dengan demikian, dari enam dapil, PDIP mengoleksi 10 kursi di DPRD Jombang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibanding pemilu 2014. Sebab pada pemilu lima tahun lalu, partai nasionalis ini mendapatkan sembilan kursi.

Selain PKB dan PDIP, parpol yang suaranya melejit di pemilu 2019 adalah PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Betapa tidak, partai berlambang Kabah ini mendapatkan tujuh kursi di DPRD Jombang. Perolehan tersebut cukup signifikan dibanding sebelumnya. Pada pemilu 2014, PPP hanya mendapatkan empat kursi.

Tujuh kursi yang diraih PPP dalam pemilu 2019 berasal dari dapil Jombang II sebanyak dua kursi. Selebihnya, masing-masing satu kursi dari lima dapil yang ada. Dari seluruh dapil tersebut, PPP meraup 84.611 suara. “Peningkatan suara ini karena kerja keras para caleg di lapangan,” ujar Sekretaris DPC PPP Jombang Ja’far Sodiq.

Selanjutnya adalah Partai Gerindra. Parpol besutan Prabowo Subianto ini juga menunjukkan hasil yang gemilang dalam pemilu 2019 di Jombang. Pemilu kali ini Gerindra mampu meraih empat kursi. Yakni, dari dapil Jombang II, III, IV dan dapil V.

Jika dibanding pemilu 2014, ada peningkatan 100 persen. Karena pada 2014, Partai Gerindra hanya mampu merebut dua kursi di DPRD Jombang. “Alhamdulillah, ada peningkatan 100 persen jika dibanding sebelumnya. Pemilu ini kami mendapatkan empat kursi,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Jombang H Machin.

Parpol yang Kursinya Rontok
Dinamika pemilu 2019 di Jombang juga menyebabkan sejumlah parpol harus rela kehilangan kursi. Bahkan ada pula parpol yang pada pemilu 2014 mampu mendapatkan kursi, namun kini harus gigit jari. Adalah Partai Hanura yang mengalami fenomena seperti itu.

Pemilu 2019, Partai Hanura harus terusir dari gedung dewan. Dari enam dapil yang ada di Jombang, partai tersebut tak mendapatkan kursi sama sekali. Tentu saja, kondisi itu sangat berbeda pada pemilu 2014. Saat itu, parpol yang didirikan oleh Jenderal (Purn) Wiranto masih mengoleksi dua kursi. Masing-masing Kartijo dan Iknan. Pemilu 2019 di Jombang, seluruh kursi itu melayang.

Bagimana dengan Partai Golkar? Nasib parpol berlambang pohon beringin ini kurang mujur di Jombang. Betapa tidak, Golkar hanya mendapatkan lima kursi dalam pemilu 2019. Lima kursi tersebut diraih dari dapil II, III dan V, yang masing-masing satu kursi. Sedangkan tambahan dua kursi berasal dari dapil IV.

Perolehan lima kursi itu cukup tragis bagi Golkar. Hal itu mengingat pada pemilu 2014 parpol beringin ini mampu mengoleksi tujuh kursi dari enam dapil. Artinya, ada dua kursi yang rontok. Pemilu 2019 di Jombang, Golkar hanya meraup 88.624 suara.

Kondisi serupa juga dialami oleh PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Pada pemilu ini PKS hanya mendapatkan tiga kursi di DPRD Jombang. Masing-masing dari dapil I, IV dan VI. PKS mendulang 47.154 suara. Penurunan perolehan kursi dibanding pemilu sebelumnya itu dibenarkan oleh Ketua DPD PKS Jombang Mustofa.

“Benar. Berdasarkan rekapitulasi suara, kita mendapatkan tiga kursi di DPRD Jombang, yakni dari dapil satu, empat dan enam. Kalau pemilu 2014, kita mampu meraih lima kursi di perlemen,” ungkap Mustofa ketika dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, belum lama ini.

Setali tiga uang dengan PKS. Partai Nasdem juga harus kehilangan tiga kursi di DPRD Jombang. Betapa tidak, untuk pemilu 2019, Nasdem hanya mendapatkan satu kursi. Perolehan kursi itu didapat dari dapil Jombang II.

Padahal pada 2014, meski partai baru, Nasdem mendapatkan empat kursi di parlemen. Yakni dari dapil Jombang II, III, V dan VI. Ironis, pemilu 2019, partai yang didirikan Surya Paloh ini hanya mampu mengumpulkan 26.681 suara atau satu kursi saja.

Penurunan kursi juga dialami Partai Demokrat Jombang. Pada pemilu 2014, parpol besutan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ini mendapatkan enam kursi di DPRD Jombang. Dalam arti, dari enam dapil yang ada, Demokrat masing-masing meraih satu kursi.

Sementara pada pemilu 2019, kondisi tersebut berubah. Partai Demokrat hanya mampu mengoleksi lima kursi. Perolehan tersebut berasal dari dapil I, II, III, IV dan V. Satu kursi Partai Demokrat melayang di dapil VI. Total suara yang diraup Demokrat sebesar 69.764.

Ketua DPC Partai Demokrat Jombang Moh Syarif Hidayatulloh atau Gus Sentot membenarkan fenomena tersebut. Dia beralasan, penurunan satu kursi itu merupakan dinamika politik. “Insya Allah, pemilu ini kita mendapakan lima kursi. Kalau pemilu 2014, kita mendapat enam kursi,” ujar Gus Sentot saat dihubungi lewat ponselnya.

Ada partai yang perolehan kursinya bertambah, ada yang berkurang, ada pula yang hilang. Namun tidak demikian dengan PAN (Partai Amanat Nasional). Parpol berlambang matahari ini perolehan kursi di DPRD Jombang tidak berubah.

Pada pemilu 2014, PAN mendapatkan tiga kursi. Masing-masing dari dapil Jombang I, II dan III. Hal serupa juga terjadi di pemilu 2019. Partai ini juga mendapatkan tiga kursi. Yakni, dari dapil II, III dan VI. Jumlah total suara PAN sebesar 42.969.

Hasil mengejutkan justru ditunjukkan oleh Partai Perindo. Betapa tidak, meski pendatang baru dalam pemilu 2019, namun Perindo Jombang mampu meraih dua kursi di DPRD. Dua kursi itu berasal dari dapil Jombang I dan III.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan dua kursi di DPRD Jombang. Yakni, dari dapil I dan dapil III,” ujar Ketua DPC Perindo Jombang Ahmad Tohari saat ditemui pada Rapat Pleno Terbuka Hasil Pemilu 2019 oleh KPU Jombang di Hotel Yusro, beberapa waktu lalu.

Dengan hasil itu, 50 kursi di DPRD Jombang yang diperebutkan tuntas sudah. Rinciannya, PKB dan PDIP masing-masing 10 kursi. Kemudian PPP mendapat 7 kursi, Partai Gerindra sebanyak 4 kursi. Selanjutnya, Partai Golkar dan Partai Demokrat, masing-masing mengoleksi 5 kursi. Sisanya, PKS dan PAN yang masing-masing mendapat 3 kursi, Partai Perindo merebut 2 kursi, serta Partai Nasdem sebanyak 1 kursi.

Pemilu dan Pilpres 2019 yang digelar 17 April di Jombang berlangsung aman. Di kabupaten tersebut, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1.001.817 orang. Jumlah ini masih ditambah dengan 868 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Aspirasi mereka disalurkan di 4.295 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. [suf]

Perolehan Kursi di DPRD Jombang
PKB = 10 Kursi
PDIP = 10 Kursi
PPP = 7 Kursi
Partai Golkar = 5 Kursi
Partai Demokrat = 5 kursi
Partai Gerindra = 4 kursi
PKS = 3 Kursi
PAN = 3 Kursi
Partai Perindo = 2 Kursi
Partai Nasdem = 1 Kursi

Apa Reaksi Anda?

Komentar