Politik Pemerintahan

Pemerintah Punya Mesin Detektor, Hoaks Jangan Harap Lolos!

Jember (beritajatim.com) – Saat ini pemerintah memiliki mesin yang bisa dengan cepat sekali mendeteksi adanya konten-konten negatif yang berkeliaran di sosial media. Mahasiswa diharapkan tidak terlibat dalam jejaring penyebaran kebohongan atau hoaks.

“Jangan sampai kalian berurusan dengan hukum karena anda menyebarkan informasi yang melanggar Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Jangan harap kalian tidak akan bisa kami deteksi,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kominfo Bambang Gunawan, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Universitas Jember.

Peringatan Bambang ini disampaikan di hadapan 200 mahasiswa yang hadir dalam acara Talkshow Gerakan Cerdas Memilih dan sosialisasi Pemuda Sadar Pemilu di Hotel Meotel Jember, Selasa (12/3/2019). Menurutnya, semakin mendekati masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 makin banyak pula berita-berita di sosial media yang bermuatan negatif dan ujaran kebencian. “Jangan sampai jemari kalian lebih cepat dari pada isi kepala kalian,” katanya.

Bambang meminta mahasiswa terbiasa melakukan pengecekan informasi terkait salah satu pasangan calon presiden ataupun calon legislatif. “Lakukan tabayyun dahulu sebelum menyebar luaskan,” katanya.

Target partisipasi pemilu adalah 77,5 persen dari jumlah pemilih. Bambang berharap mahasiswa ikut membantu sosialisasi pemilu lewat media sosial. “Gunakan sosial media untuk mengajak masyarakat turut serta dalam Pemilu 2019 mendatang. Tidak zamannya lagi golput (tidak memilih),” katanya.

Sementara itu, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember Agung Purwanto mengatakan, pemilih cerdas sudah mengetahui sosok yang akan dipilih. “Bukan sekadar karena melihat foto melalui alat peraga kampanye, tapi juga mengerti visi dan misi dari calon yang akan mereka pilih,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar